BAB 9: Penelitian Tentang Umur Panjang

BAB 9

Penelitian Tentang Umur Panjang

KIRA-KIRA sebulan kemudian Dr. Jalali menginformasikan kepada hadirin mengenai pertemuan mendatang pada Jum`at malam di rumahnya. Para hadirin berkumpul kembali untuk melanjutkan diskusi. Setelah perkenalan singkat dan ramah tamah sekadarnya maka sesi tersebut dibuka secara resmi oleh Tn. Hosyyar. Ia menginformasikan kepada para peserta mengenai surat yang baru diterima dari Dr. Nafisi. Dia meminta Dr. Jalali untuk membacanya secara nyaring. Dr. Jalali menyatakan persetujuan dan membaca surat tersebut:

 

Kepada yang terhormat Tn. Hosyyar

Saya ucapkan terima kasih atas surat dan undangan Anda untuk menyampaikan penelitian saya tentang umur panjang. Tapi karena banyaknya kesibukan saya, maka saya tidak bisa menyampaikannya secara lisan. Meski demikian karena pokok bahasan tersebut amat bernilai bagi saya, maka saya akan meresponnya secara tertulis dan ringkas demi manfaat bagi kolega-kolega Anda. Saya harap tulisan ini bisa memuaskan.

Apakah Ada Batas Umur Manusia?

            Tn. Hossyar: Adakah batas umur manusia dalam ilmu kedokteran atau biologi yang menyebabkan mustahilnya pengecualian [orang berumur panjang—penerj.]?

            Dr. Nafisi: Tidak ada batas usia bagi kehidupan manusia yang menyebabkan mustahilnya pengecualian. Namun biasanya usia terpanjang hampir barang sedikit dari 100 tahun. Menurut catatan sejarah manusia, periode umur ini tidak pernah berubah-ubah.

            Namun, rata-rata usia berbeda-beda bergantung pada daerah, iklim, ras, keturunan, serta gaya hidup. Selain itu terdapat variasi usia di setiap zaman dan di setiap periode sejarah. Sebagai perbandingan usia antara periode waktu, dapat dilihat bahwa di abad terakhir terdapat usia yang amat bervariasi. Misalnya, antara tahun 1838 dan 1854 rata-rata usia manusia di Inggris adalah 39,91 tahun untuk laki-laki dan 41,85 tahun untuk wanita. Namun pada tahun 1937, rata-rata naik menjadi 60, 8 dan 64,4 tahun.

            Di Amerika Serikat, rata-rata usia laki-laki pada tahun 1901 adalah 48,23 dan perempuan 51,8 tahun. Sebaliknya, pada tahun 1944 rata-ratanya menjadi 63,5 dan 68,95. Kenaikan ini merupakan akibat dari perawatan bayi yang baik yang merupakan hasil dari peningkatan kepengurusan bayi, pengobatan preventif, dan yang lebih khusus lagi adalah imunisasi melawan penyakit menular. Namun, pengobatan yang bertalian dengan penyakit orang tua belum cukup berhasil.

            Tn. Hosyyar: Adakah peraturan atau standar umum untuk menentukan panjang usia manusia?

            Dr. Nafisi: Keyakinan umum yang tersebar bahwa ada korelasi langsung antara ukuran badan dan panjangnya usia. Misalnya, binatang yang berusia pendek dengan ngengat dan lalat dibandingkan dengan kura-kura yang bisa hidup selama dua abad. Namun korelasi ini tidak sekonstan yang diperkirakan karena burung beo dan gagak seringkali berusia lebih panjang daripada burung-burung berukuran lebih besar dan bahkan lebih lama daripada mayoritas mamalia. Beberapa ikan, seperti ikan salem hidup seratus tahun, sedangkan kuda tidak lebih dari tujuh puluh tahun.

            Sejak zaman Aristoteles, telah ada keyakinan bahwa rentang kehidupan (life span) masing-masing makhluk sebanding dan sebangun dengan waktu yang dibutuhkan untuk tumbuh. Persamaan untuk binatang ini, seperti yang diestimasikan oleh beberapa ilmuwan, adalah 8 kali periode yang dibutuhkan oleh sebuah spesies untuk matang. Sedangkan yang lainnya mencapai 5 kali periode tersebut. Bagi manusia, rentang waktu yang dianggap normal adalah 100 tahun. Opini ini masih dipercayai sampai sekarang. Namun Nabi Daud menganggap rentang waktu 70 tahun merupakan usia yang alamiah.

            Di zaman kuno, dipercayai bahwa sebilangan individu hidup lebih dari 100 tahun. Namun identitas dan skala aktual (actual scale) mengenai kehidupan mereka tidaklah seakurat yang diperkirakan. Di antaranya adalah Henry Jenkins yang meninggal pada bulan Desember 1970 di usia 169 tahun; Thomas Parr yang meninggal pada bulan November 1639 di usia 152 tahun; dan Catherine putri Desmond (Countess of Desmond) yang meninggal pada tahun 1604 di usia 140 tahun.1 Sejumlah nama-nama lainnya terpampang di berbagai jurnal di belahan dunia manapun.


Faktor-faktor Penyebab Umur Panjang

            Tn. Hosyyar: Faktor-faktor apa yang menyebabkan umur panjang?

            Dr. Nafisi: Faktor-faktornya adalah sebagai berikut:

1.      Hereditas: Signifikansi dan pengaruh hereditas terhadap usia panjang nyata sekali. Ada banyak keluarga yang para anggotanya berumur lebih panjang daripada umur manusia umumnya, kecuali bila terjadi kecelakaan.

Berkaitan dengan itu, ada baiknya menyebutkan penelitian yang dilakukan oleh Raymond Peril. Dalam sebuah buku yang ia tulis bersama putrinya, ia meneliti sebuah keluarga yang telah menorehkan rekor panjang umur selama tujuh generasi. Jumlah tahun secara keseluruhan dari tujuh generasi ini adalah 699 tahun, termasuk dua orang yang meninggal dalam kecelakaan. Selain itu, terdapat pula statistik yang lebih mutakhir yang dilaksanakan oleh perusahaan asuransi. Dalam statistik itu terlihat bahwa ada hubungan langsung antara nenek moyang yang berumur panjang dengan keturunannya yang berumur panjang.

Faktor hereditas dapat dinetralisir oleh faktor-faktor lain, misalnya faktor lingkungan dan kebiasaan buruk. Namun, hereditas dapat menguraikan sebab-sebab individu tertentu yang hidup dalam kondisi yang tak baik, misalnya sebagai peminum alkohol, namun dapat hidup lama. Seorang anak mewarisi badan dan organ yang sehat serta kuat dari kedua orang tua mereka, termasuk sistem saraf dan sirkulasi darah. Tentang ini, ada sebuah peribahasa terkenal yang berbunyi, “Usia seseorang dapat diukur dari bentuk arterinya.” Dengan kata lain, bagi beberapa orang, ketika mereka mencapai usia senja, arterinya diblokir oleh jenis hereditasnya. Selain itu, mayoritas orang yang meninggal pada usia kurang dari 90 tahun karena serangan jantung atau stroke ternyata menderita arteriosclerosisa.

2.      Lingkungan: Faktor ini merupakan faktor terpenting kedua yang mempengaruhi umur. Lingkungan yang diliputi oleh iklim yang baik dan udara yang bersih (bebas dari mikroba yang berbahaya dan racun) dan diliputi oleh kondisi kehidupan yang damai dan aman mempunyai hubungan dengan kesehatan dan umur penduduknya.

3.      Profesi: Jenis pekerjaan, kondisi kerja, lamanya kerja, dan aktivitas psikologis-spiritual mempunyai pengaruh pada panjangnya usia. Orang yang mampu menikmati kesehatan fisik yang prima dan kedamaian mental akan menjalani rentang waktu hidupnya secara berarti. Sebaliknya, orang yang menjalani hidupnya dengan gelisah, kurang istirahat akan mengalami usia pendek (reduce lifespan). Karena latar belakang inilah, para ulama dan tokoh-tokoh suci berusia lebih panjang ketimbang manusia biasa. Umur panjang ini berkaitan langsung dengan cara kerja dan manajemen stress yang terus menerus muncul lantaran tekanan profesi. Karena faktor inilah, para penganggur dan para pensiunan muda mungkin mengalami pendek umur.

4.      Nutrisi: Jenis dan jumlah makanan yang kita konsumsi berpengaruh terhadap umur kita. Mayoritas orang yang hidupnya lebih dari 100 tahun adalah orang yang menjalankan diet. Ada beberapa peribahasa yang menerangkan bahaya makan berlebihan. Di antaranya: "Seseorang menggali kuburannya dengan giginya sendiri." Maksudnya, kelebihan makan menyebabkan badan bekerja lebih keras dan  menyebabkan kerusakan pencernaan, penyakit jantung, ginjal dan penyakit lainnya. Malangnya, para penggemar makanan ini menikmati energi berlebihan yang merugikan mereka sendiri hingga gejala-gejala kerusakan mulai nampak. Selama Perang Dunia I, angka kematian disebabkan penyakit diabetes menurun secara signifikan di beberapa negara. Penyebab utamanya adalah kekurangan makanan di negara-negara tersebut. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa kemiskinan yang disebabkan oleh kurangnya makanan adalah rahmat terselubung (a blessing in disguise). Selain itu, mengkonsumsi daging secara berlebihan setelah usia 40 tahun amatlah berbahaya.

Penelitian Dr. McCay mengenai tikus di Universitas Cornell menunjukkan bahwa tikus-tikus kecil bisa menundukkan tikus-tikus besar. Seekor tikus mencapai kematangan fisik pada usia empat bulan, usia tua pada usia dua tahun, dan mati sebelum berumur tiga tahun. Eksperimen Dr. McCay ini menggunakan sekelompok tikus yang diberlakukan diet secara ketat dan hanya mengkonsumsi makanan yang berkalori rendah namun diperkaya vitamin dan mineralnya. Setelah beberapa lama, ia menyimpulkan sebagai berikut: periode kematangan fisik tikus-tikus ini dapat diperpanjang 1000 hari, bukannya empat bulan. Lebih jauh lagi, ia menambahkan, tikus-tikus tertua yang diberi makan dengan sistem diet secara teratur meninggal setelah berusia 965 hari. Namun tikus-tikus yang dibiarkan diet secara ketat tetap muda dan berenergi penuh melebihi umur yang normal. Dalam perbandingan secara relatif dengan jangka hidup manusia, kelompok kedua tersebut hidup sampai usia 100 atau 150 tahun. Yang lebih penting lagi kelompok ini tetap sehat, tak pernah menderita sakit, dan lebih cemerlang daripada orang yang berdiet biasa-biasa saja. Eksperimen semacam ini juga pernah dilakukan pada ikan dan amfibi yang membuahkan hasil penelitian yang sama.

Perlu diperhatikan, sebagaimana makan berlebihan (overeating) dapat menyebabkan umur yang lebih pendek, kekurangan makan pun akan menyebabkan membengkaknya penyakit dan umur yang pendek. Oleh karena itu, diet mesti diiringi dengan makanan yang tepat.  Jika tidak, maka akan mengundang penyakit.


Kerentaan dan Penyebabnya

            Tn. Hosyyar: Apa arti “kerentaan” dan “menua”?

            Dr. Nafisi: “Kerentaan” ditandai dengan melemahnya organ-organ manusia seperti jantung, perut, otak, dan kelenjar-kelenjar bagian dalam yang semuanya tidak dapat berfungsi sesuai dengan kapasitasnya. Penyebab utamanya adalah ketidakmampuan memperbaharui sel-sel mereka dan ketakmampuan meningkatkan pengeluaran untuk memperbaharui diri. Keadaan ini menyebabkan kelemahan yang tampak pada badan manusia pada tahapan ini.

            Tn. Hosyyar: Apa penyebab kerentaan?

            Dr. Nafisi: Tanda-tanda usia tua mulai muncul pada tahapan tertentu dalam kehidupan manusia. Namun, kerentaan tidak harus ditentukan berdasarkan perjalanan waktu dan tanda-tanda khusus pada bagian tubuh sehingga seseorang berani mengatakan bahwa bila seseorang telah hidup beberapa tahun, maka ia telah mencapai usia tua. Alasan yang lebih tepat adalah alasan yang mengatakan bahwa penyebab utama kerentaan dan manifestasinya adalah gangguan keseimbangan pada tahapan ini. Jadi, alasan utama kerentaan bukan oleh perjalanan waktu, tetapi oleh bagian-bagian tubuh yang kurang berfungsi dengan baik. Pada usia ini, berbagai fungsi badan menurun secara anatomis, jaringan-jaringan mengecil, suplai darah pun menurun. Sistem pencernaan melemah karena tidak mampu berfungsi dengan sempurna. Keadaan ini menyebabkan kelemahan badan secara menyeluruh. Kekuatan prokreatif melemah, otak pun bergerak lambat. Daya hafal (memory power) kebanyakan orang mengalami penurunan, khususnya hafalan nama dan tanggal. Namun sangat mungkin ketika fungsi-fungsi fisik menurun, kekuatan spiritual malah meningkat. Perlu diingat, seluruh keadaan dan kelemahan yang terjadi dalam kehidupan merupakan akibat dari gangguan keseimbangan. Oleh karena itu, akan lebih akurat apabila dikatakan bahwa kerentaan bukanlah sebuah penyebab. Ia adalah akibat. Dengan kata lain, bila seseorang walaupun sudah berusia lanjut tidak mengalami gangguan atau ketidakseimbangan, malah ia mungkin hidup jauh lebih lama karena badan dan jiwanya sehat. Sebaliknya, walaupun seseorang masih muda mungkin dia kehilangan vitalitas dan menjadi tua sebelum memasuki usia yang dianggap renta.

            Tn. Hosyyar: Apa yang menyebabkan sistem badan yang seimbang menjadi lemah dan lunglai?

            Dr. Nafisi: Organ tubuh seseorang sejak lahir telah berfungsi secara alamiah. Kemampuan organ ini sangat dipengaruhi oleh keadaan fisik orang tua, jenis makanan, lingkungan, dan iklim yang ada. Selama tidak ada kerusakan, organ-organ tubuh seseorang akan berfungsi dengan baik sepanjang kehidupannya. Tetapi bila kerusakan melanda salah satu organ atau organ lainnya, maka akan mengganggu kerja organ yang normal. Pada akhirnya, kerentaan dan selisih tanda-tandanya akan mengancam, ketuaan pun muncul.

            Singkatnya, badan manusia terus-menerus diserang oleh berbagai jenis virus, bakteri, dan mikroorganisme yang mengeluarkan zat-zat beracun di dalam tubuh manusia, lalu menghancurkan sel-sel yang sehat sehingga keberlangsungan hidup terganggu. Ketika hal-hal ini terjadi dalam satu sisi, tubuh manusia sangat berperan dalam menyiapkan gizi yang penting bagi keselamatannya. Di sisi lain, tubuh manusia mesti membuat pertahanan atas serangan mikroorganisme yang menyebabkan kerapuhan. Selain itu, tubuh manusia mesti memulihkan organ-organ yang sakit yang diserang serta berusaha mematikan zat racun yang berlebihan dalam aliran darah ketika mengirimkan bantuan ke organ yang sakit. Namun ketika satu musuh lumpuh, maka datanglah musuh yang lain. Begitulah seterusnya. Karena itu, sistem pertahanan tubuh yang internal mesti tetap siaga. Demi kepentingannya, tubuh manusia mesti mencari pertolongan dari luar. Sayangnya, manusia tidak memiliki ilmu yang cukup mengenai fisik dan kebutuhan internalnya. Selain itu, dalam pertempuran suci ini manusia tidak mampu bekerjasama dengan tubuhnya. Bahkan karena kebodohannya dan kepicikannya, ia akhirnya membantu musuhnya dengan cara memakan makanan yang tidak tepat sehingga menurunlah kesehatan dan rentang usia hidupnya. Nyata sekali, ketika keadaan tidak mampu memperbaharui jaringan-jaringan yang penting, maka badan kehilangan kemampuan untuk berfungsi baik ketika diserang oleh mikroorganisme yang berbahaya. Dalam kondisi demikian, tubuh manusia pun menurun dan muncullah tanda-tanda kerapuhan.

            Tubuh seorang manusia tidak hanya renta, karena bekerja keras tetapi juga akibat stress yang dialami selama hidupnya. Beberapa ilmuwan percaya bahwa kerentaan dini (untimely senility) disebabkan oleh beberapa penyakit atau kebiasaan buruk. Menurut beberapa penelitian, pengeluaran toksin yang diproduksi oleh fermentasi mikroba usus dapat menyebabkan kerentaan. Oleh karena itu, bila mikroba ini bisa dimusnahkan dan dibasmi, usia manusia bisa diperpanjang.

            Dasar kesimpulan di atas diperoleh dari data-data empiris yang dikumpulkan di Balkan, lebih khusus lagi di Bulgaria, Turki, dan Kaukasus. Di negara-negara ini, banyak orang yang hidup lebih dari 100 tahun. Ternyata, usia panjang ini berkat yoghurt yang banyak dikonsumsi oleh rakyat di sana. Para ilmuwan percaya, karena yoghurt mengandung asam susu (lactic acid) yang dapat membunuh mikroba dalam usus, maka para peminumnya bisa hidup panjang.

            Akan tetapi, nyata sekali bahwa rahasia umur panjang rakyat yang hidup di pegunungan negara-negara Balkan ini bukan hanya karena diet, tetapi juga karena iklim, budaya kerja keras yang menyenangkan, dan komposisi genetik turunan. Semua faktor ini setidaknya telah berperan pada usia panjang mereka. Umur panjang (longevity) juga terlihat dalam kasus-kasus lain pada orang-orang yang tinggal di kawasan pegunungan di belahan dunia lain.

            Tn. Hosyyar: Apakah kematian suatu kemestian bagi orang yang berusia lanjut dan pekerja keras, meskipun faktor utama kematian mungkin sesuatu yang lain?

            Dr. Nafisi: Penyebab utama kematian adalah kerusakan yang terjadi di semua organ tubuh yang vital. Selama tidak ada kerusakan semacam ini, maka kematian tidak akan tiba. Secara faktual, jika kerapuhan telah melanda sebelum usia tua, maka anak muda pun akan wafat. Tetapi jika dia kebal dari gejala ini, maka menurut perjalanan kehidupan yang alami dia akan merasakannya di usia tua. Penting diketahui, seandainya ada seseorang yang tampak luar biasa dan bisa hidup lama atau panjang umur, namun karena struktur tubuhnya yang unik dan kondisi sosial lainnya dimana tak satupun organ tubuhnya rusak, maka usia panjangnya tidak niscaya menyebabkan ia meninggal.

            Tn. Hosyyar: Apakah mungkin orang di masa depan dapat menemukan obat yang dapat meningkatkan vitalitas badan sehingga mencegahnya dari ketuaan dan kerapuhan fisik?

            Dr. Nafisi: Sangat mungkin. Berdasarkan keterbatasan ilmu yang kita miliki sekarang, kita tidak bisa menafikan kemungkinan tersebut. Para ilmuwan selalu berusaha menyingkapkan fenomena panjang umur. Mudah-mudahan suatu hari mereka dapat menemukan rahasia umur panjang dan menyebabkan manusia mampu mengatasi umur pendek dan masalah di usia tua.



Umur Panjang Imam Keduabelas

            Tn. Hosyyar: Sebagaimana  Anda ketahui, Syi`ah meyakini bahwa al-Mahdi yang dijanjikan dalam hadis Nabi saw identik dengan anak Imam Hasan al-Askari yang lahir di tahun 255 H/873 M atau 256 H/874 M. Dia hidup sejak saat itu, hingga ia mengalami kegaiban. Selain itu, dia mungkin terus hidup selama berabad-abad dalam keadaan seperti itu. Apakah menurut ilmu kedokteran, umur panjang semacam ini aneh dan mustahil?

            Dr. Nafisi: Pertanyaan yang masih misteri bagi saya, sejauh yang saya ketahui dari buku-buku yang saya baca dan keterangan-keterangan yang saya dapatkan, adalah rahasia umur panjangnya al-Qâ`im (semoga Allah mempercepat kelapangannya melalui kemunculannya) dari keluarga Nabi saw. Namun, berkat kemajuan di bidang ilmu alam dan dengan kehendak Allah SWT, kami mendapatkan pemecahan dalam hal ini dan sebagian di antara kita berusaha keras memahami misteri ini mungkin mampu menyaksikan kearifan Allah di dalamnya.

            Satu hal yang dapat saya kemukakan adalah bahwa  pada tahapan pengetahuan manusia sekarang, seseorang tak bisa menolak kemungkinan semacam itu berdasarkan analogi bahwa karena masalah gaibnya Imam tak dapat dilihat secara empiris, maka ia (masalah gaibnya Imam Keduabelas) adalah tidak benar. Alasannya, selain prinsip kemungkinan, ada juga rangkaian informasi mengenai makhluk-makhluk hidup yang berumur panjang.

a.       Di dunia tumbuhan, terdapat spesies-spesies yang ternyata memiliki umur yang panjang dan dikenal sebagai makhluk hidup terlama yang hidup di dunia. Di antaranya adalah Californian Sequoia. Tinggi pohon itu adalah 300 kaki dengan keliling batang pohon 110 kaki.b Umur beberapa pohon sejenis ini melebihi 5000 tahun. Bisa diperkirakan bahwa ketika Fir`aun mulai membangun piramid terbesar di Mesir, pohon-pohon ini masih berumur muda. Dan ketika Nabi Isa as lahir, kulit batangnya baru mempunyai kekebalan satu kaki. Misalnya, satu bagian batang pohon ini yang diawetkan di Museum Sejarah Alam di Kensington Selatan mempunyai 1.335 lingkaran, maka masing-masing lingkaran mewakili satu tahun.2

Spesies-spesies hidup yang tertua saat ini, kira-kira berumur 4600 tahun, merupakan sejenis pohon pinus yang bernama pinus aristata yang tumbuh di California tengah dan timur. Binatang hidup yang tertua adalah seekor penyu yang hidup di pulau Galapagos, berumur 177 tahun, berat 450 lbsc dan panjang 4 kaki.3

b.      Penggalian arkeologi yang dilaksanakan di Mesir berhasil menemukan gandum di Piramid Tutan Khamen, yang saya saksikan secara pribadi dan membacanya di dalam jurnal, yang ditebarkan beberapa tempat dan berkecambah. Gandum yang tumbuh di  ladang-ladang ini menunjukkan bahwa kecambah-kecambah ini terus hidup kira-kira 400 tahun.

c.       Virus dapat dianggap sebagai makhluk hidup tertua. Virus adalah makhluk hidup yang dapat dipelajari untuk menguak rahasia kehidupan. Virus merupakan makhluk yang berperan dalam perkembangan penyakit-penyakit tanaman, binatang, dan manusia. Influensa, cacar air, cacar, biring peluh merupakan penyakit yang berkaitan dengan virus. Dalam penggalian yang dilaksanakan di lokasi peninggalan kuno, mungkin dapat ditemukan virus-virus prasejarah yang ditemukan di area-area tertentu. Dengan kata lain, walaupun makhluk-makhluk ini hidup di tempat tersembunyi dan tidak berbeda dengan benda mati, mereka sebenarnya terus hidup bahkan mungkin akan hidup lebih dari ribuan tahun.4

d.      Baru-baru ini saya mendapat informasi dari suratkabar yang menginformasikan bahwa binatang besar yang membeku ditemukan di lokasi penggalian di Siberia, setelah binatang itu ditempatkan di tempat yang lebih hangat, tampak-tampak kehidupan nampak muncul kembali.

e.       Salah satu cara memperpanjang kehidupan suatu makhluk dan membuatnya setengah hidup untuk keperluan penelitian adalah hibernasi (hibernation) yang juga dikenal dengan kondisi “tidur di musim dingin” (winter sleeping). Hibernasi pada beberapa binatang berlangsung terus selama musim dingin, sedangkan yang lainnya berlangsung selama musim panas. Ketika seekor binatang tidur di musim dingin, ia kehilangan nafsu makan dan kekuatannya badannya naik sekitar 30-100%.  Fungsi termal (fungsi panas) badannya berhenti sementara. Karena lingkungannya juga dingin maka kulit dan rambut tersebut tidak kaku dan badannya pun tidak gemetaran. Temperatur tubuhnya menjadi mirip temperatur lingkungan yang mencapai kira-kira 39-41° Fahrenheit, beberapa derajat di atas titik beku. Napasnya menjadi lambat dan tak teratur; detak jantungnya menjadi tak menentu dan lambat. Gerakan-gerakan refleks berhenti dan denyut syaraf otak tak dapat diamati di bawah suhu 52-66º Fahrenheit. Beberapa binatang laut termasuk ikan dapat hidup di bawah air yang amat dingin dalam waktu yang amat panjang. Berbagai sel hidup misalnya sperma manusia dan hewan dapat diawetkan dalam suhu dingin untuk kepentingan inseminasi buatan; sel darah merah pun dapat diawetkan untuk transfusi darah. Selain itu, ada pula beberapa spesies binatang kecil dapat dibekukan dan dihidupkan kembali dalam suhu yang berbeda tanpa membahayakan spesies-spesies tersebut. Penelitian hibernasi dapat menembus dan menyingkapkan rahasia umur panjang dan pada akhirnya impian manusia untuk berumur panjang dapat menjadi kenyataan.

            Penelitian-penelitian dalam dunia pengobatan dan ilmu biologi dapat memberi motivasi manusia untuk menyingkapkan rahasia umur panjang dan mengatasi usia tua di suatu hari. Ada harapan bahwa penelitian ilmiah yang ditujukan untuk memahami rahasia umur panjang dapat menyingkapkan rahasia umur panjang al-Qâ`im yang merupakan Ahlulbait Nabi saw.

            Kita berharap masa itu akan segera datang.

            Dr. Abu Turab Nafisi

            Profesor dan Ketua Fakultas Kedokteran

            Universitas Isfahan

            Tn. Hosyyar: Selama penantian jawaban dari Dr. Nafisi, saya menemukan sebuah artikel yang amat menarik, yang diterjemahan dari bahasa Prancis, tentang tema tersebut. Saya akan membacanya untuk Anda sehingga kita semua bisa mendapatkan manfaat dari penelitian ini.


Artikel karya Justine Glace

            Para ahli biologi telah mampu menentukan rentang kehidupan suatu makhluk hidup dari usia beberapa jam hingga ratusan tahun. Beberapa serangga hanya mampu hidup selama satu hari, dan yang lainnya berusia satu tahun. Namun dari masing-masing spesies terdapat beberapa spesies yang melebihi usia yang biasa dan hidup dua atau tiga kali usia normal. Di Jerman, terdapat pohon mawar yang bila dibandingkan dengan jenisnya sendiri dapat dikatakan sebagai bunga yang dapat bertahan selama 100 tahun. Di Meksiko pun terdapat sebuah pohon Pinus yang berusia 2000 tahun. Beberapa buaya  mampu hidup selama 1700 tahun.

            Pada abad 17 di London terdapat seorang laki-laki yang bernama Thomas Parr.  Usianya 152 tahun. Saat ini di Iran terdapat seorang laki-laki yang bernama Sayyid Ali. Usianya 195 tahun dan anaknya berusia 120 tahun. Di Rusia terdapat seorang laki-laki yang bernama Louis Poof Pujak. Usianya 120 tahun. Umur Mikokho Polov, seorang Kaukasia, adalah 141 tahun.

            Para ahli biologi menduga bahwa panjangnya usia yang luar biasa itu disebabkan beberapa faktor internal. Individu-individu yang berusia seabad adalah anak kesayangan alam (the favorite off spring of nature). Komposisi kimia badannya benar-benar sesuai dan cocok dengan kesempurnaan yang diinginkan.

            Menurut teori ilmu biologi, lamanya kehidupan yang dialami tiap-tiap spesies sekitar tujuh sampai empat belas kali periode pertumbuhannya. Oleh karena itu, bila periode pertumbuhan seseorang dua puluh lima tahun maka usia alaminya sekitar dua ratus delapan puluh tahun.

            Dengan menerapkan diet, seseorang dapat menembus aturan alam. Bukti dari masalah ini dapat dilihat pada kasus yang terjadi pada lebah madu yang hanya berumur 4-5 bulan. Di sisi lain, lebah ratu—yang lahir dari sebutir telur dan larva sebagaimana yang lainnya—dapat berumur panjang karena melakukan diet khusus. Usianya dapat mencapai kira-kira delapan tahun.

            Namun perkaranya tidak sesederhana itu. Kita tidak dapat hidup di tempat khusus sebagaimana lebah ratu, dengan temperatur kediaman manusia yang cenderung konstan demi menjaga lingkungan yang sama. Kita berhadapan dengan banyak masalah. Sebagian di antaranya, menurut para ahli biologi, adalah peracunan diri (self- poisoning), kekurangan vitamin, dan arteriosclerosis termasuk masalah yang dihadapi manusia. Menurut salah seorang pakar dari London, gangguan pada keseimbangan dan kelebihan salah satu unsur-unsur berikut—zat besi, almumunium, magnesium, atau potasium—dalam tubuh dapat mempercepat kematian. Hal yang mencengangkan dari masalah-masalah ini adalah tidak disebutkannya kerentaan secara khusus, sebab kematian tidaklah benar-benar disebabkan oleh kerentaan.

            Seorang ahli fisika Swedia yang lama mengepalai Asosiasi Ilmuwan Amerika untuk urusan umur manusia (the American Scientific Association of Human Aging) percaya bahwa usia tua diakibatkan oleh belitan molekul protein pada sel-sel badan. Kondisi ini menyebabkan sel-sel secara perlahan berhenti berfungsi, yang akhirnya menyebabkan kematian. Fisikawan ini menyelidiki zat yang dapat melepaskan belitan ini untuk menghidupkan sel-sel badan guna melakukan tugas baru lalu mengalahkan kerentaan. Dalam eksperimen laboratorium, kehidupan beberapa binatang, semisal babi India dapat diperpanjang sekitar 46,4% dengan cara meningkatkan dosis vitamin B6, nucleic acidd  dan pantonxic acide dalam makanan mereka.

            Biolog Rusia Philatoff berharap bahwa dia mampu mengurangi usia tua secara bersama-sama dengan menggunakan jaringan-jaringan pasif. Jaringan-jaringan ini bisa berfungsi seperti pupuk tanaman yang dapat menyegarkan tubuh manusia. Selain itu, terdapat peraturan-peraturan tertentu yang dapat memperpanjang usia. Peraturan-peraturan ini mencakup peraturan diet dan biokimia, relaksasi, seni bernafas, dan petunjuk-petunjuk kesehatan lainnya. Beberapa ahli gizi berpendapat bahwa dengan melakukan diet secara benar maka umur seseorang akan lebih dari seabad. Kita adalah apa yang kita makan.5


Penelitian tentang Umur Panjang

            Ada artikel lain menyangkut penelitian umur panjang yang muncul di jurnal berbahasa Arab. Inilah terjemahannya:

            Beberapa ilmuwan handal berkata: "Masing-masing organ utama binatang mampu hidup tanpa batas. Bila manusia tidak berhadapan dengan bahaya dan kecelakaan, maka manusia bisa bertahan hidup ratusan tahun.” Pernyataan ini berdasarkan penelitian panjang yang dilakukan di laboratorium. Salah seorang ahli bedah berhasil mengawetkan potongan badan binatang lebih lama daripada jangka hidup binatang tersebut. Berdasarkan penelitian ini, dia menyimpulkan bahwa kehidupan potongan binatang tersebut bergantung pada bahan makanan yang diberikan. Selama ia menerima bahan makanan yang benar, maka ia bisa terus hidup.

            Ahli bedah ini, Dr. Alexis Carell melakukan penelitiannya di bawah naungan Yayasan Rockefeller (the Rockefeller Foundation) di New York. Dia melakukan penelitian pada suatu bagian badan ayam. Bagian ini terus tumbuh sebagaimana layaknya lebih dari delapan tahun. Sebuah team dokter melakukan hal yang sama pada beberapa bagian tubuh manusia: jaringan otot, jantung, kulit, dan ginjal. Mereka menyimpulkan bahwa selama bahan makanan yang penting mencapai bagian-bagian in,i maka bagian-bagian ini akan terus kembali dan hidup. Menurut para profesor pengobatan di Universitas Johns Hopkins, organ-organ badan yang utama dapat hidup tanpa batas. Fakta ini telah terbukti melalui eksperimen-eksperimen serupa dan menjadi pendapat yang besar. Alasannya adalah bahwa kehidupan organ-organ yang diteliti ini dijaga terus hingga tak terganggu. Jadi tesisnya berdasarkan fakta yang jelas dan eksperimen ilmiah yang akurat.

            Mungkin, orang pertama yang memulai eksperimen pada organ binatang adalah Dr. Jack Lobe. Dia terlibat dalam riset yang dilakukan di Yayasan Rockefeller. Ketika ia sedang mempelajari reproduksi katak dengan objek telur yang tidak dibuahi (unfertilized egg), ia melihat beberapa telur hidup lama sedangkan yang lainnya mati muda. Penemuan ini memacu dia untuk melakukan eksperimen pada organ katak. Dia berhasil membuktikan bahwa organ-organ ini dapat hidup lama. Dr. Warren Lewis dan istrinya juga mengikuti jejak Dr. Jack Lobe. Mereka berusaha membuktikan bahwa sebuah embrio burung dapat diawetkan dalam campuran garam sedemikian rupa sehingga pertumbuhannya dapat hidup kapan saja apabila sebuah bagian campuran tersebut disentuhkan padanya. Eksperimen dilakukan berulang-ulang untuk memasukkan penemuannya, termasuk penelitian untuk mengetahui apakah sel-sel hidup seekor binatang dapat diawetkan dalam sebuah campuran bahan makanan yang membuatnya terus tumbuh dan hidup. Namun, tidak ada bukti bahwa binatang itu dapat bertahan hidup (tidak mati).

            Melalui riset dan eksperimen yang tekun, Dr. Carell dapat membuktikan bahwa bagian-bagian tubuh yang diteliti ini tidak dapat menua dan bahkan hidup lebih lama dari binatang-binatang yang diteliti. Dia dan para koleganya memulai riset ini bulan Januari 1912 dan telah menghadapi masalah-masalah yang pelik yang mereka pecahkan guna menyimpulkan butir-butir penting berkaitan dengan umur.

a.      Selama sel-sel hidup yang diteliti tidak menghadapi kondisi yang tidak teratur dan mengancam kehidupan seperti penurunan kualitas campuran gizi atau serangan mikroba, maka sel-sel tersebut dapat hidup abadi.

b.      Organ-organ ini tidak saja hidup bahkan mampu tumbuh dan berkembang.

c.       Pertumbuhan dan perkembangannya dapat dibandingkan dan diukur menurut gizi yang disiapkan.

d.      Perjalanan waktu tidak mempengaruhinya. Mereka (organ-organ tersebut—penerj.) tidak melemah dan menua bahkan tidak ada tanda ketuaan padanya. Organ-organ ini terus tumbuh dan berkembang sepanjang tahun. Sepanjang sel-sel ini diawasi secara cermat oleh saintis, yang memberi mereka secara memadai, mereka terus hidup dan berkembang.

            Jadi, kerentaan merupakan akibat sesuatu bukan penyebab sesuatu. Lalu timbul pertanyaan, “Mengapa manusia mati? Mengapa hidupnya terbatas? Mengapat mayoritas usia manusia hanya 70 atau 80 tahun?” Jawabannya adalah sebagai berikut: tubuh atau organ masing-masing binatang berbeda-beda dan banyak. Terdapat hubungan dan berkaitan yang kuat antarbagian-bagian tersebut. Bila satu atau beberapa bagian darinya lemah dan tak berfungsi, maka bagian-bagian lainnnya pun akan mati. Misalnya kematian yang diakibatkan oleh serangan mikroba yang mendadak. Inilah alasan utama mengapa kehidupan manusia tidak meningkat di atas rata-rata tujuh puluh, delapan puluh atau bahkan kurang dari itu. Hal yang sama juga terjadi pada kematian bayi.

            Dalam analisis terakhir, terdapat bukti bahwa hitungan tahun bukanlah penyebab kematian. Sebenarnya kondisi buruk yang menimpa badan, melumpuhkan organ utama dan ketidakmampuan dalam mempertahankan dirilah yang menyebabkan kematian. Oleh sebab itu, bisa dikatakan bahwa tatkala ilmu kedokteran mampu mengatasi kondisi buruk ini dan mampu mengkontrolnya, tetap saja akan muncul rintangan lainnya yang menghalangi manusia berusia lebih dari beberapa abad (berabad-abad), sebagaimana yang terjadi pada beberapa pohon. Terobosan dunia kedokteran dalam memanjangkan usia belum bisa diduga secara pasti. Namun, tidaklah berlebihan bila rata-rata usia manusia dapat meningkat dua atau tiga kali lipat.6


Riset Yang Lebih Mendalam

            Seorang dokter berkebangsaan Inggris telah menulis artikel lengkap mengenai usia. Ia berargumen bahwa beberapa ilmuwan telah mampu meningkatkan umur lalat buah seratus kali dari usia normal. Kesuksesan ini diakibatkan oleh perlindungan yang diberikan kepada lalat dari racun dan musuh-musuh lainnya, serta menciptakan lingkungan yang cocok dengannya.7

            Ir. Madani: Sungguh saya telah mendapatkan beberapa artikel ilmiah yang menarik yang menyertakan pembahasan mengenai penemuan yang berkaitan dengan rahasia umur panjang, penyebab, dan faktor-faktor yang menyebabkan ketuaan dan kematian, serta cara memeranginya. Namun, karena waktu tidak mencukupi, kita mesti meneruskannya di kesempatan yang akan datang.

***

MINGGU berikutnya, pertemuan diselenggarakan di rumah Dr. Fahimi. Dr. Hosyyar meminta Insinyur Madani berbagi informasi mengenai umur panjang yang ia dapatkan dari bacaan-bacaannya.

            Ir. Madani: Saya akan menyampaikan isi beberapa artikel yang saya baca beberapa waktu yang lalu. Artikel-artikel ini mudah-mudahan dapat menjawab beberapa pertanyaan kita mengenai kemungkinan umur panjang.


Penelitian Baru Mengenai Umur Panjang

            Menurut Profesor Metalinkef, seorang ahli dalam bidang kematian, tubuh manusia terdiri dari tiga puluh triliun sel-sel yang berbeda yang tidak bisa mati secara bersamaan. Konsekwensinya kematian akan datang ketika otak manusia mengalami perubahan kimia yang sulit diatasi. Pada tanggal 3 Agustus 1959, Dr. Han Seally yang berprofesi sebagai penyelidik dalam perkara kematian di kota Montreal, Kanada menunjukkan jaringan sel seekor binatang kepada seorang wartawan dan mengklaim bahwa jaringan tersebut hidup dan tak akan pernah mati. Dengan kata lain, jaringan sel binatang tersebut secara teknis “abadi”. Selain itu, ia menambahkan bahwa bila jaringan sel manusia ditempatkan pada kondisi yang sama, maka manusia pun dapat hidup hingga 1000 tahun.

            Secara teoritis, Profesor Seally menganggap kematian sebagai jenis penyakit yang datang secara perlahan. Menurutnya, tak akan ada seorang pun yang mati karena usia tua, sebab bila demikian maka kerusakan seluruh sistem sel diakibatkan oleh pengaruh usia tua. Selain itu, seluruh organ harus berhenti berfungsi. Sebaliknya, setelah kematian banyak sel dan bagian-bagian tubuh orang tua berada dalam keadaan baik. Menurut fakta, mayoritas manusia mati tiba-tiba karena organ-organ vitalnya sudah tidak berfungsi lagi. Karena anggota-anggota badan saling berhubungan maka kerusakan pada satu anggota akan menyebabkan kekacauan di tempat lainnya. Profesor Seally menyimpulkan bahwa suatu hari ilmu pengobatan mampu mencapai kemajuan pada taraf dimana ia (ilmu pengobatan—penerj.) dapat menyuntikkan sel-sel baru pada organ-organ yang rusak dan lemah sehingga ia (ilmu pengobatan) dapat menghidupkan kembali tubuh manusia dan memperpanjang umur sesuai dengan keinginan seseorang.8

            Beberapa ilmuwan menyarankan para fisiolog untuk membedakan antara usia tua yang diakibatkan oleh proses alamiah dan usia tua yang diakibatkan oleh pengaruh buruk pada organisme, misalnya oleh racun, penyakit-penyakit dan masalah-masalah lainnya. Lebih jauh lagi, mereka menegaskan bahwa usia tua harus dianggap penyakit dan perlu diperhatikan kelemahan. Kehidupan manusia bisa lebih lama lagi dan haru terus bergerak. Oleh karena itu, seluruh langkah yang realistis untuk meningkatkan usia tanpa menurunkan energi dan kemampuan hidup alami perlu dilakukan.9


Umur Panjang

            Hal-hal di bawah ini merupakan rangkaian eksperimen panjang Profesor Seally dan para koleganya yang menghasilkan kesimpulan berikut: Fluktuasi kalsium merupakan penyebab usia tua dan perubahan-perubahannya. Adakah senyawa yang bisa mencegah pengaruh buruk usia tua? Dr. Seally, dengan eksperimen yang berulang-ulang dengan menggunakan zat kimia yang disebut ‘iron dextran’, menemukan agen pencegah pada endapan kalsium yang ditemukan pada jaringannya. Oleh sebab itu, gambaran buruk akibat usia tua merupakan akibat dari kondisi yang diciptakan oleh manusia sendiri yang direproduksi dan dikontrol berdasarkan eksperimen pada manusia. Dr. Seally menegaskan bahwa usia manusia tidak mungkin diubah dari 90 tahun ke 60 tahun. Namun, amat memungkinkan menghentikan ke 60 tahun ke usia 90 tahun walaupun kondisinya buruk dan tidak normal.10

            Dalam salah satu kuliahnya, Profesor Ottinger mengingatkan generasi yang lebih muda bahwa suatu hari mereka mungkin akan menyaksikan ternyata kemungkinan hidup abadinya manusia sama dengan kemungkinan akan adanya perjalanan ruang angkasa (space travel). Dengan kemajuan teknologi dan riset di zaman ini, mungkin pernyataan bahwa manusia di abad akan datang akan hidup sampai seribu tahun benar adanya.11


Ringkasan Studi tentang Umur Panjang oleh Orang Rusia

            Umur panjang menjadi angan-angan manusia semenjak manusia muncul di bumi. Menurut ilmuwan Rusia terkenal, Michnikoff, manusia sampai saat ini belum menemukan metode yang canggih untuk memperpanjang usia. Yang pasti, kematian merupakan akhir kehidupan yang alami. Tak ada satu makhluk pun yang dapat mengelak darinya.

1.      Penyebab Usia Tua

Tubuh manusia terdiri dari kira-kira enam puluh trilyun sel. Sel-sel ini menua secara bertahap dan ketika saatnya tiba (ketuaan—penerj.) sel-sel ini nyaris tidak mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar tubuhnya. Kemudian perkembangan sel-sel ini terganggu dan mengakibatkan kematian. Sel-sel otot dan syaraf yang sudah mati secara perlahan berubah menjadi jaringan yang kokoh dan kuat. Perubahan menjadi otot yang keras dan jaringan syaraf yang disebabkan oleh sel-sel mati ini disebut sklerosis. Jadi kita memiliki sklerosis jantung, sklerosis saluran darah, sklerosis syaraf, dan lain-lain.

Elia Michnikoff, dokter dan fisiolog Rusia yang terkenal, pernah mengira bahwa fenomena di atas terjadi karena toksin beracun yang dihasilkan oleh mikroba yang masuk ke usus besar binatang dan secara perlahan mengakibatkan kematian jaringannya. Paloff berpendapat bahwa rangkaian sel-sel syaraf yang mengerahkan tekanan pada otak yang berasal dari luar memegang peranan penting dalam usia manusia. Secara psikologis, kondisi-konsisi tegang seperti depresi, putus asa, ketakutan dan lain-lain menyebabkan sel-sel lemah dan payah. Kerapuhan syaraf ini disebabkan oleh banyaknya kelemahan di usia tua yang pada akhirnya mengantarkan pada kematian. Mimpi hidup abadi hanyalah angan-angan saja. Namun, peningkatan usia manusia dan antisipasi usia tua adalah sesuatu yang memungkinkan.

2.      Ilmu yang Mempelajari Usia dan Kematian

Kira-kira tiga abad yang lalu, cabang ilmu biologi yang dikenal dengan ‘gerontologi’f muncul. Tujuan gerontologi adalah menyelidiki dan menemukan hukum-hukum praktis yang mengatur usia dan menaklukkannya. Cabang penyelidikan ilmiah ini benar-benar berkaitan dengan cabang lain dari disiplin ilmu yang sama yaitu thanatologi. Thanatologi adalah studi tentang kematian.g Penelitian dan studi hukum yang bertahan dengan kematian, dan pada tahap tertentu menundanya, merupakan ruang lingkup baru ilmu biologi. Menurut para ahli ini, kematian selalu diakibatkan oleh gangguan pada jalannya kehidupan, sedangkan akhir kehidupan dikenal dengan kematian fisiologis.

Saat ini para ilmuwan berusaha mencari jalan keluar untuk berumur panjang sampai batas yang alami dan logis. Batas ini, menurut para ilmuwan, bervariasi. Pavloff menetapkan batas alamiah hidup manusia sampai ratusan tahun. Michnikoff memperkirakannya antara 150-160 tahun. Goffland, dokter dan ilmuwan Jerman yang populer memperkirakan usia normal 200 tahun. Sebaliknya, ahli fisiologi abad ke-19, Dr. Floger menegaskan bahwa usia normal adalah 600 tahun. Akhirnya, Roger Bacon menyebutkan 1000 tahun. Tapi para ilmuwan ini tidak bisa membuktikan argumen tentang jangka hidup manusia yang alami dengan bukti yang kuat.

3.      Teori yang diajukan oleh orang Prancis, Dr. Boufon.

             Ahli ilmu alam yang terkenal, Dr. Boufon meyakini bahwa jangka waktu kehidupan makhluk adalah lima kali periode masa pertumbuhan menjadi dewasa (maturation). Periode bagi burung unta adalah delapan tahun, maka rata-rata jngka kehidupannya adalah empat puluh tahun. Periode bagi kuda adalah dua tahun, maka rata-rata jangka kehidupannya adalah lima belas sampai dua puluh tahun. Konsekwensinya, Boufon menyatakan bahwa rata-rata jangka kehidupan manusia adalah 100 tahun. Sebab proses pendewasaan manusia terus berlangsung selama dua puluh tahun. Namun, ada banyak perkecualian dalam formula umum Boufon. Karena alasan inilah, maka rumusnya sering diabaikan. Misalnya, biri-biri menjadi dewasa setelah berusia lima belas tahun. Burung beo menjadi dewasa setelah dua tahun, namun ia hidup hingga seratus tahun. Dalam kasus burung unta, walaupun ia mencapai dewasa dalam waktu tiga tahun, namun ia dapat hidup sampai usia 30-40 tahun. Dengan kata lain, para ilmuwan tidak dapat menentukan batas usia manusia. Namun, kebanyakan dari mereka percaya bahwa dengan menghilangkan kelemahan dan kondisi yang menyimpang yang dapat memendekkan umur, maka manusia bisa berusia hingga 200 tahun. Dan, walaupun tahapnya masih pada tingkat teoretis, ia tidak dapat dianggap tidak ada atau khayalan.

4.      Rata-rata Panjang Umur Manusia.

Di zaman Yunani kuno, rata-rata usia manusia adalah 29 tahun, sedangkan di Romawi kuno sedikit lebih panjang dari itu. Di Eropa abad ke-16, rata-rata umur penduduknya adalah 21 tahun, di abad ke-18 rata-rata umur 26 tahun, dan di abad ke-19 rata-rata umur 34 tahun. Tiba-tiba terdapat lonjakan pada awal abad ke-20, rata-rata umur penduduknya menjadi 45-50 tahun. Tentu saja, jumlah-jumlah di atas diambil di Eropa. Penyebab naiknya rata-rata usia pada saat ini adalah menurunnya jumlah kematian bayi. Namun, terdapat ketimpangan antara negara maju dan negara berkembang dalam permasalahan ini. Misalnya rata-rata usia di Rusia 71 tahun, sementara di India lebih sedikit dari 30 tahun.

Rata-rata rentang hidup binatang dibandingkan dengan manusia tidak menunjukkan perbedaan amat besar. Untuk perbandingan dengan rata-rata usia manusia, yakni  60-80 tahun, amat menarik diperhatikan bahwa seekor bebek berusia rata-rata 30 tahun, burung unta 35-40 tahun, burung gagak 70 tahun, kuda 20-30 tahun, anjing 16-22 tahun, katak 16 tahun, burung beo 90 tahun, kucing 10-12 tahun, elang 162 tahun dan lain-lain.

Anehnya, walaupun manusia dianggap sebagai spesies tersempurna di antara bangsa binatang, namun ia berumur lebih pendek dari makhluk-makhluk tingkat rendah lainnya.

5.      Gagasan Michnikoff

Evaluasi yang apik tentang teori Michnikoff menerangkan secara mendasar rata-rata usia manusia dan rata-rata binatang tingkat rendah. Dia memperkirakan bahwa penyebab kematian awal-awal adalah infeksi sel-sel dan jaringan badan yang disebabkan oleh sekresi zat-zat beracun oleh bakteri usus. Penting untuk diingat, posisi dan panjang usus yang ada merupakan tempat yang nyaman bagi mikroorganisme ini.

Kira-kira 130 trilyun mikroba diperkirakan lahir tiap hari. Kebanyakannya berada di usus dan tidak berbahaya. Tetapi beberapa di antaranya berbahaya karena mengeluarkan racun yang dapat melemahkan dan membuat sakit badan. Mungkin sekali sel-sel dan jaringan-jaraingan tubuh di atas terinfeksi oleh mikroba-mikroba ini yang menyebabkan kematian muda. Secara perbandingan, reptil hidup lama daripada mamalia. Reptil tidak mempunyai usus besar. Di antara bangsa burung, hanya burung unta yang mempunyai usus panjang. Oleh karena itu rata-rata usianya lebih pendek. Di antara bangsa binatang, ternak adalah binatang yang berusia paling pendek. Alasannya tetap sama, yaitu usus besar yang berkembang dengan baik. Kelelawar memiliki usus besar yang berukuran kecil, jangka hidupnya lebih lama daripada serangga-serangga lain yang sejenis yang berukuran sama. Nampaknya terdapat hubungan  antara perkembangan usus besar dan jangka hidup manusia.

Namun, kenyataannya tidak semirip Michnikoff ucapkan. Beberapa individu hidup lama walaupun usus besarnya sudah dibuang. Jadi, keberadaan organ ini tidak penting bagi tubuh. Ada juga individu yang hidup lama walaupun berusus panjang. Tujuan para ilmuwan yang meneliti usia adalah untuk mengidentifikasi individu dan menelitinya.

6.      Manusia Masa Datang Akan Hidup Lebih Lama

Sangat sedikit orang-orang yang hidup lebih dari 150 tahun. Mereka berasal dari tempat  yang berjauhan. Beberapa di antaranya disebutkan di sini:

Seorang petani Hungaria pada tahun 1724 berumur 185 tahun. Dikabarkan bahwa ia masih mampu bekerja seperti seorang pemuda di akhir hayatnya. Orang lainnya adalah John Rawl, ia berusia 170 tahun ketika ia meninggal, sementara istrinya saat itu berusia 164 tahun. Mereka telah hidup bersama selama 130 tahun. Seorang Albania yang bernama Khude juga hidup selama 170 tahun. Pada saat kematiannya ia dirawat oleh 200 anak, cucu, dan cicit. Beberapa bulan yang lalu, sebuah artikel koran melaporkan bahwa seorang laki-laki dari Amerika Selatan baru meninggal di usia 207 tahun. Di Rusia terdapat kira-kira 30.000 orang yang hidupnya lebih dari satu abad. Saat ini, para ilmuwan Rusia sedang menyelidiki faktor-faktor usia pendek dan mencari cara memanjangkannya. Tak syak lagi, ilmu manusia dapat mengatasi usia pendek di masa depan dan para penduduknya akan dapat hidup lebih lama.


Sedikit Teori Mengenai Penyebab Kematian

            Di akhir pembahasan ini, patut diingat bahwa kematian pasti berhubungan dengan pemisahan ruh dari jasmani. Namun, ada lagi bahasan yang penting dikaji, yaitu apakah kerentangan tubuh menyebabkan berpisahnya ruh, dan karenanya jasmani (badan) memegang peranan penting pada kematian. Atau, apakah ruh yang menjadi penyebab kematian? Apakah ruh pada saat kematian tidak mampu menjaga jasmani sehingga membuatnya lemah dan menderita berbagai jenis penyakit.

            Mayoritas ilmuwan dan dokter menerima tesis pertama dengan pernyataan mereka yang berbunyi: tatkala energi organik tubuh habis maka seluruh sistem fisik berpisah. Organ-organ dan kemampuannya melakukan fungsinya menjadi lemah, bagian-bagian utama menjadi usang, serta tidak mampu bangkit mengatasi masalahnya. Karena ruh lelah dan payah dalam mengatur dan menjaga jasmani, maka ruh menjadi tak berdaya dan mau tak mau harus melepaskan jasmani, lalu terjadilah kematian:

Ruh ingin pergi

Aku melarangnya

Dia berkata: Apa yang dapat aku lakukan? Rumahku akan segera jatuh  berantakan!

            Terdapat penjelasan dari seorang filosof agung, yakni Mulla Shadra, yang merupakan kebalikan dari penjelasan di atas. Dalam bukunya Al-Asfâr, ia mengatakan bahwa manajemen dan proteksi jasmani dilakukan oleh ruh. Ruhlah yang mengatur jasmani sesukanya. Selama ruh memerlukan jasmani, ruh akan menjaganya. Tetapi ketika ia ingin lebih independen dan tidak lagi bergantung pada jasmani dalam memenuhi hajatnya, maka ruh menjadi kurang tertarik pada jasmani dan agak acuh tak acuh. Akibatnya, jasmani mengalami kerentaan dan lemah tak berdaya. Pada saat itulah, ruh benar-benar melepaskan kendali atas jasmani, maka terjadilah kematian.

            Nah, sahabat-sahabatku, Anda sekalian mengetahui bahwa bila teori terakhir ini terbukti dan bila diyakini bahwa kematian berada dalam tangan ruh, maka permasalahan umur Imam Keduabelas as yang panjang amat mudah diterangkan. Menurut teori Mulla Shadra, seseorang dapat berkata bahwa karena ruh suci Imam Keduabelas merasa bahwa eksistensinya diperlukan demi kebaikan manusia, maka ia (ruh) akan terus berperan melindungi jasmani Imam as dan membuatnya terus muda, segar, dan energis.

            Ketahuilah, saya tidak sedang membuktikan atau menyangkal teori ini. Saya hanya memperkenalkan teori yang belum dikenal oleh hadirin di pertemuan ini. Saya mafhum bahwa pokok bahasan ini asing dan belum akrab di telinga Anda. Kita semestinya tidak tergesa-gesa menyikapinya sebagai hal yang dibuat-dibuat atau menolaknya karena ia tidak berarti bagi kita. Seseorang bisa menilai manfaat teori ini bila ia mengenal realitas ruh yang sebenarnya, pengaruh dan hubungannya yang kompleks dengan jasmani. Tentu saja, ini bukan tugas yang mudah sebab ia perlu menganalisis senarai masalah filosofis dan psikologis serta melakukan eksperimen-eksperimen biologi yang panjang dan rumit untuk memahami hubungan jasmani-ruhani. Sejauh ini, pengetahuan manusia belum mampu mencapai kesimpulan yang valid. Psikologi sebagai ilmu jiwa baru memahami sedikit fungsi jiwa manusia. Tentu saja, bila pengetahuan manusia saat ini memperhatikan jasmani dan ruhani manusia, maka dunia kita akan menjadi tempat yang benar-benar berbeda.

            Dr. Alexis Carell dalam bukunya berjudul The Human: A Being Unknown (Manusia: Makhluk yang Tidak Dikenal) menulis: “Kita tidak mengetahui keadaan jasmani kita, kecuali dengan cara terbatas dan tidak sempurna. Bila Galileo, Newton, dan yang lainnya mencurahkan perhatiannya pada penelitian tentang tubuh manusia dan jiwanya, maka dunia kita akan berbeda dari apa yang tampak sekarang.”

Kesimpulan

            Tn. Hosyyar: Ada beberapa poin yang dapat diambil dari keterangan-keterangan di atas:

1.      Kehidupan manusia tidak terbatas, dalam arti bahwa segala sesuatu yang melewatinya akan dianggap mungkin. Tak satu ilmuwan pun mengatakan bahwa jumlah tahun tertentu merupakan batas maksimum kehidupan manusia, sehingga bila seseorang mencapainya maka ia tak akan dapat menghindari kematian. Sebaliknya, seluruh ilmuwan dari barat dan timur, dahulu dan sekarang, telah menjelaskan dengan gamblang bahwa kehidupan manusia tidak terbatas. Manusia masa depan mampu menaklukkan kematian. Keadaan seperti ini merupakan kemungkinan yang ilmiah dan harapan positif telah mendorong para peneliti untuk terus meneliti dan melakukan eksperimen. Terbukti mereka telah berhasil secara gemilang.

Eksperimen-eksperimen ini membuktikan bahwa kematian disebabkan oleh faktor-faktor alam. Jika faktor-faktor itu diidentifikasi dan akibat-akibatnya dikendalikan, maka hal itu bisa menunda kematian dan memberi peluang bagi manusia untuk hidup lebih lama dan bebas dari ketakutan.

Karena penelitian ilmiah telah berhasil menemukan penyebab dan faktor-faktor yang menyebabkan sakit, mengkontrol akibatnya untuk kesejahteraan manusia, maka wajar bila dikatakan bahwa ilmu pengetahuan akan selalu berhasil mengidentifikasi penyebab-penyebab kematian dan mencegah kematian dini.

2.      Pada spesies-spesies makhluk hidup yang meliputi tanaman, binatang, manusia, ada sebagian di antaranya yang berusia lebih panjang daripada spesies lainnya yang sejenis. Adanya perkecualian ini menunjukkan tidak adanya batas usia. Benar bahwa kebanyakan manusia meninggal sebelum usia 100 tahun, namun tidak menutup kemungkinan ada yang lebih dari 100 tahun. Sebab, ada beberapa individu yang berusia lebih dari 100 tahun. Adanya individu yang berusia 150, 180 dan 250 tahun merupakan bukti kuat akan ketiadaannya batas usia. Apa yang akan terjadi bila manusia hidup selama 200 atau 2000 tahun? Jumlah umur semacam ini tidak dikenal dan dianggap aneh.

3.      Usia tua bukanlah cacat yang tak dapat dicegah. Usia tua adalah sejenis penyakit yang dapat diobati. Seperti halnya ilmu pengetahuan medis yang mampu menemukan sebab dan faktor-faktor yang menyebabkan berbagai penyakit dan memberi pengobatan dan pencegahan, maka masuk akal bila ilmu pengetahuan juga akan mampu menemukan penyebab usia tua dan sarana-sarana untuk mengetahuinya. Sekelompok ilmuwan dengan tekun berusaha menemukan obat yang manjur yang dapat mencegah usia tua. Sejauh ini usaha ilmiah ini telah menghasilkan hasil yang secara relatif berhasil. Berdasarkan usaha akademis ini, tidak menutup kemungkinan bahwa penelitian di masa datang akan mampu menemukan cara mengatasi usia tua dan memberi obat untuk menyembuhkan kerapuhan. Dalam hal ini, manusia akan mampu menjaga usia muda mereka untuk waktu yang lama.

            Saya yakin Anda akan setuju bahwa berdasarkan penemuan para peneliti dan penegasan para ilmuwan yang mempelajari fenomena usia tua dan umur panjang, dapat diprediksi bahwa seseorang yang dapat memiliki jasmani yang sempurna secara genetis dan susunan organis yang utuh akan hidup lama. Malah lebih meyakinkan bila organ-organnya bebas dari kerapuhan dan kerusakan karena ia menjalani hidup sehat dan menghindari hal-hal berbahaya yang mengganggu keseimbangan hidup. Selain itu, ia juga bebas dari cacat bawaan, hidup tak bermoral, dan stress. Tidak diragukan lagi bahwa orang semacam itu mampu menikmati keseimbangan yang paripurna antara kebutuhan jasmani dan ruhani yang membuat dia bebas dari segala ancaman, lahir atau batin, yang akan membuatnya tua dan mati. Ilmu pengetahuan dan kearifan mendukung kemungkinan ini. Keduanya benar-benar menunjukkan kemungkinan tersebut melalui penelitian yang tekun.

            Karena alasan inilah, orang-orang tidak pantas memustahilkan umur Imam Zaman as yang panjang. Sebaliknya, ilmu pengetahuan dan kearifan menganggap umur panjang yang diperoleh dengan pemeliharaan energi dan vitalitas pemuda sebagai keadaan yang sangat memungkinkan. Bila eksistensi seseorang sangat diperhatikan di dunia dan bila menjadi keharusan bahwa orang ini mesti berumur panjang, Allah Yang Mahakuasa akan mampu mengkontrol sistem penciptaan dan rangkaian penyebab sedemikian rupa agar individu sempurna ini didukung oleh ilmu pengetahuan dan sumber keilmuan lainnya demi merealisasi tujuan penciptaan manusia.

            Dr. Fahimi: Apa-apa yang Anda katakan hanya membuktikan kemungkinan eksistensi individu tersebut. Tetapi bagaimana cara meyakini keberadaan orang tersebut?

            Tn. Hosyyar: Kami telah memperlihatkan, baik secara rasional ataupun menurut wahyu, bahwa eksistensi seorang imam merupakan keharusan bagi keselamatan manusia. Selain itu, berdasarkan hadis-hadis yang sahih, jumlah Imam tidak lebih dari dua belas. Kami juga telah membuktikan bahwa anak Imam Hasan al-Askari, Imam Keduabelas adalah al-Mahdi yang ditunggu-tunggu (al-Muntazhar). Ia dilahirkan oleh seorang ibu dan sekarang sedang mengalami kegaiban. Ada banyak hadis yang menguraikan permasalahan ini. Untuk mendukung ucapan kami mengenai persoalan umur panjang dan pernyataan dari para ahli agama maka kami akan menjelaskan masalah tersebut di bawah ini.



Orang-orang Yang Berumur Panjang Menurut Sejarah

            Ir. Madani: Bagaimana cara kita menerangkan karunia umur panjang yang hanya dikhususkan untuk Imam Keduabelas?

            Tn. Hosyyar: Mudah saja. Kita mendapati beberapa orang yang berumur panjang. Di antaranya adalah Nabi Nuh as. Beberapa ahli sejarah menyebutkan bahwa Nabi Nuh berusia 2500 tahun. Menurut Taurat, 950 tahun. Al-Quran dengan jelas menyebutkan bahwa dia menyebarkan ajaran Allah SWT kepada umatnya selama 950 tahun. Allah SWT berfirman dalam surah al-Ankabut [29] ayat 14:

            Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar dan mereka adalah orang-orang yang zalim.

            Walaupun kita meragukan ahli sejarah, namun kita tak dapat meragukan al-Quran. Kitab suci ini menjelaskan bahwa Nabi Nuh menghabiskan waktu 950 tahun. Pada zaman ini, usia sepanjang Nabi Nuh as merupakan hal yang sangat tidak biasa.

            Ir. Madani: Saya dengar ayat al-Quran di atas adalah ayat yang termasuk samar sehingga mesti bisa diinterpretasikan.

            Tn. Hosyyar: Di mana letak kesamarannya? Apakah kesamarannya diakibatkan oleh arti dan maksudnya yang aneh atau ringkas? Siapa saja yang minimal tahu bahasa Arab dapat menerangkan ayat ini dengan mudah. Bila ayat ini dianggap samar, maka tidak ada ayat yang jelas dalam al-Quran! Saya tidak sependapat dengan penilaian ini, kecuali kalau orang-orang yang mengatakannya benar-benar menentang isi al-Quran tapi mereka tidak berani mengatakannya.

            Mas`udi menyebutkan beberapa figur sejarah yang berumur panjang. Di antaranya adalah: Adam (930 tahun), Syits (912 tahun), Anusy (960 tahun), Luth (732 tahun), Idris 800 tahun, Nuh (950 tahun), Ibrahim (195 tahun), Jamsyid (600 tahun), Umar bin Amir (800 tahun); Ad (1200 tahun).12

            Bila Anda mengacu pada kitab-kitab sejarah, hadis dan Taurat, Anda akan mendapatkan beberapa orang semacam ini. Namun, perlu diketahui bahwa sumber-sumber utamanya hanya diambil dari Taurat dan sejarah-sejarahnya yang keandalannya masih dipertanyakan; hadis ahad, yang tidak meyakinkan; atau buku-buku sejarah yang keautentikannya tidak terjamin dan tidak lepas dari penggambaran yang berlebihan. Karena keautentikannya tidak jelas, saya tidak menjadikannya sebagai argumen saya. Dalam pembahasan ini, saya hanya menyoroti Nabi Nuh as saja seperti yang dinyatakan dalam al-Quran. Bila Anda ingin tahu lebih banyak lagi, Anda dapat membaca buku mengenai orang-orang yang berumur panjang karya Abi Hatim as-Sijistani, al-Mu`ammarûn wa al-Washâyâ. Anda pun bisa membaca buku Abu Rayhan al-Biruni al-Atsâr al-Bâqîyah. Selain itu, ada sejumlah sumber historis lain yang membahas figur-figur manusia yang berumur panjang dalam sejarah.[]

 


Catatan

1.      Encyclopedia Britannica, artikel Pertumbuhan dan Perkembangan: bagian yang menyangkut “Usia Tua dan Kerentaan”, hal.428.
2.      Ibid., jilid 14, hal.346
3.      Encyclopedia Americana, jilid 17, hal.463.
4.      Ittilâ`ât.
5.      Terjemahan artikel berbahasa Prancis yang terbit di Jurnal Shohrat, 1342 H, hal.289.
6.      Artikel berbahasa Arab yang dinukil oleh Ayatullah Shadr, Kitâb al-Mahdî dari jurnal al-Muqtathif, jilid 59, nomor 35, hal.141-143.
7.      Muntakhab al-Atsar, hal.278, mengutip Jurnal al-Hîlâl, jilid 38, nomor 5.
8.      Berdasarkan pada beberapa jurnal asing yang diterjemahkan ke bahasa Parsi dalam Dânishmand, jilid 3, nomor 7.
9.      Dânishmand, jilid 4, nomor 45. Bagian ini berdasarkan tulisan orang Rusia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Parsi, dalam judul: Vaqtî Ki Insân Pîr Mîshayad (Ketika manusia menua) diterjemahkan oleh Abu al-Fadhl Azmudeh.
10.  Dânishmand, jilid 3, nomor 5.
11.  Dânishmand, jilid 6, nomor 6.
12.  Murûj al-Dzahâb, jilid 1 dan 2.

 

a: Pengapuran pada pembuluh nadi sehingga menjadi sempit—peny.
b: Setara dengan 33 m. 1 kaki=0,3 m.
c: Setara dengan 204.3 kg. 1 lbs= 0.454 kg.
d: Nucleic acid merupakan senyawa kimia kompleks yang terdapat pada sel-sel hidup—peny.
e: Melihat konteksnya, kemungkinan yang dimaksud penulis adalah pantothenic acid, yakni zat vitamin B kompleks yang diperlukan untuk memperoleh tenaga dari karbohidrat di dalam tubuh. Zat yang mendorong pertumbuhan ini terdapat pada jaringan tanaman dan hewan, terutama hati, ragi, dedak, dan sirop manis yang diperoleh dari gula tebu—peny.
f: Ilmu tentang gejala-gejala usia pada manusia—peny.
g: Tidak sekadar kematian, thanatologi pun meneliti segala sesuatu yang berkaitan dengan masalah sekarat, kematian itu sendiri, kesedihan, dan juga mencakup: masalah usia, AIDS, masalah orang tua dan anak,  terapi, euthanasia, pemakaman, duka cita, seluk beluk rumahsakit, penyakit yang mengancam kehidupan, etika medis, derita, farmakologi, stress, bunuh diri, kekerasan masyarakat urban, janda dan duda, dan lain-lain serta, tentu saja, studi-studi pekuburan—peny.