Bab ketiga ( Imamah)

Imamah

Dalam pembahasan nubuwah telah terbuktikan bahwa Allah SWT yang maha bijaksana lazim mengutus para Nabi untuk memberikan petunjuk kepada ummat manusia dan mengajarkan undang undang dan hukum yang dapat menyampaikan manusia kepada kebahagiaan dan kesempurnaan , kini kita mengatakan, lantaran kehidupan Rasul di dunia ini tidaklah abadi, dan dengan kewafatannnya, mungkin saja hukum hukum ilahi yang diturunkan untuk memberikan petunjuk kepada masyarakat menjadi hilang atau sirna, maka sepeninggal Rasul, haruslah ada orang yang menjaga hukum hukum ilahi ini tanpa dikurangi atau ditambah dan dia berupaya merekam dan menyampaikan hukum tersebut serta memelihara agama serta menjalankan hukum-hukum Allah yang menjadi jaminan kebahagiaan ummat manusia dan mengurusi urusan urusan agama dan keduniaaan masyarakat supaya jalan untuk sampai kepada kesempurnaan dan kebahagiaan terbuka bagi manusia dan hubungan antara Allah dan manusia tidak terputus , orang yang seperti ini dikatakan sebagai Imam dan pengganti Nabi.

Imam merupakan penjaga dan pemelihara ilmu Rasul , Imam adalah individu yang paling sempurna dan manusia tauladan dari sisi agama , dan Imam adalah pemimpin manusia dan dia telah melewati jalan kesempurnaan dan kebahagiaaan dan memberi bimbingan dan petunjuk kepada orang-orang lain untuk berjalan di jalan yang lurus.


Sifat-sifat Imam

Imam tak ada bedanya dengan Nabi?juga harus terpelihara dari kesalahan dan lupa dalam belajar hukum dan menyampaikan serta melaksanakannnya sehingga hukum-hukum ilahi tetap terpelihara di sisi mereka tanpa dikurangi dan ditambah dan tidak menyelewengkan masyarakat dari rel lurus keberagamaan dan agar jalan pintas kesempurnaan yang hanya ada satu tidak tertutup, maka Imam haruslah terpelihara dari dosa dan maksiat dan mengamalkan apa yang dikatakannya sehingga ucapannnya tidaklah jatuh dari nilai dan krebilitas dan masyarakat tetap mempercayainya, dan bila Imam melakukan dosa, maka perbuatan-perbuatannnya yang bertentangan dengan syariat, akan menjadi contoh bagi masyatakat, dan melalui perilakunya tersebut, otomatis para Imam tersebut telah mengajak orang lain untuk menentang hukum hukum syariat. Maka Imam harus makhshum, artinya, melaksanakans emua hukum agama dan terhiasi dengan hakikat dan batin hukum agama.


Ilmu Imam

Imam haruslah mengetahui semua hukum dan undang-undang agama. Dan dia harus mengetahui setiap persoalan yang diperlukan untuk maqom kepemimpinannya sehingga hukum hukum agama ada di sisinya dan tidak kekurangan atau tidak kuasa dalam memberikan petunjuk dan mengelola masyarakat dan jalan utama yang lurus menuju kebahagiaan tetap ada.


Keutamaan dan kesempurnaan Imam

Sebelumnya telah terbuktikan bahwa Imam melaksanakan semua hukum agama dan berjalan di inti syariat , dari sebab itulah, merekalah manusia yang paling sempurna dan terbaik, dimana mereka berjalan di rel yang lurus agama dan membawa orang lain ke jalan itu serta menjadi penunjuk jalan buat mereka. Imam adalah contoh sempurna agama dan di dalam wujudnya yang suci, dapat disaksikan seluruh hakikat dan makrifah ilahiyah.


Mukjizat

Dari sejumlah riwayat dan hadis dapatlah disimpulkan bahwa para Imam suci, seperti halnya para nabi, memiliki mukjizat dan dapat melakukan berbagai perbuatan yang tidak dapat dilakukan oleh manusia pada umumnya, dan adakalnya ketika keadaan mendesak dan pembuktian maqom ishmah dan imamah bergantung kepada pelaksanaan mukjizat, mereka mendatangkan mukjizat.

Barang siapa merujuk kepada kitab kitab hadis dan manaqib serta sejarah dan mempelajari serta mengkaji mujkjizat mukjizat yang begitu banyak yang telah dinisbatkan kepada para Imam suci dengan pikiran yang terlepas dari fanatisme dan murni bersih, maka ia akan menemukan keyakinan bahwa secara ringkas, mereka yakni para Imam memiliki mukjizat dan perbuatan perbuatan di luar kewajaran.

Hanya saja bukanlah maksud kami bahwa semua mukjizat yang dinisbatkan kepada para Imam suci adalah benar, melainkan mungkin terdapat juga hal-hal yang batil di antara mereka dan tidak diketahui.


Cara Mengenal Imam


Dengan salah satu dari dua jalan ini, Imam dapat dikenali:

Pertama, nabi atau Imam sebelumnya telah mengenalkannya dan menunjuknya sebagai pengganti dan pimpinan masyarakat. Dan jika Allah dan rasul-Nya dan juga para Imam sebelumnya tidak mengenalkan Imam, maka manusia sendiri tidak akan dapat mengenali Imam dan memilih pemimpin dan pemuka mereka, sebab, sebagaimana telah dibuktikan sebelumnya, bahwa Imam masyarakat haruslah terpelihara dari dosa dan yang termulia dan teralim di tengah ummat, dan selain Allah dan Rasul-Nya tidak ada yang mengetahui maqom ishmah itu.

Manusia manusia biasa tidak dapat mengidentifikasi di antara makhshum dan yang bukan makhshum. Kesempurnaan dzatiyah dan ilmu-ilmu malakutinya tidak ada yang mengetahuinya selain Allah dan rasul-Nya.

Cara kedua, apabila Imam melakukan suatu perbuatan yang di luar kemampuan manusia pada umumnya atau mukjizat, maka imamahnya akan dibenarkan dan diakui kebenarannya, karena pabila dia berbohong dalam dakwaaannnya, maka Allah SWT tidak akan mendukungnya dengan mukjizat.


Perbedaan Imam dan Rasul SAW

Imam dan Rasul SAW berbeda dari beberapa sisi. Pertama, Rasul adalah pendiri agama dan pembawa hukum hukum syariat, namun Imam adalah pemelihara dan penjaga hukum hukum serta pelaksananya. Kedua, rasul SAW menerima hukum dan undang undang syariat melalui wahyu dan memiliki hubungan secara langsung dengan Tuhan semesta alam, namun Imam bukanlah penentu syariat, dengan artian, hukum hukum dan undang undang aagama tidaklah diwahyukan kepadanya , melainkan mereka menerimanya melalui Rasul dan terlibat dalam memberi petunjuk dan menjelaskan ilmu-ilmu Nabi.


Penentuan pengganti Nabi dan jumlah para Imam

Barang siapa di tengah masyarakat ?memiliki kedudukan dan maqom dan menduduki kursi kepemimpinan sebuah masyarakat, apabila ia ingin tidak masuk dalam waktu sementara atau temporal , maka tidak diragukan , maka ia akan memilih pengganti buat dirinya yang ditugasi memimpin dan mengelola masyarakat dan sudah barang tentu, ia tidak akan membiarkan masyarakat yang dipimpinnya itu tanpa pemimpin dan seorang yang mengatur mereka.

Rasul SAW juga benar-benar memperhatikan persoalan ini dan mementingkan urusan ini. Setiap desa atau kota yang jatuh ke tangan Islam, maka segera Rasul menentukan seorang pemimpin dan penguasa di sana, dan ketika beliau mengutus pasukan ke medan tempur, beliau menentukan atau menunjuk komandan dan adakalanya komandan-komandan cadangan, dan setiap kali beliau melakukan perjalanan ataupun menyertai perang, beliau menunjuk wakil dan menyerahkan urusan pengelolaan masyarakat Madinah kepadanya.

Rasul SAW yang merupakan pimpinan ummat Islam tidaklah lupa dari persoalan ini bahwa setelah wafatnya nanti, masyarakat muslimin memerlukan pemimpin yang suci yang mengatur urusan mereka melalui melaksanakan undang undang dan hukum ilahi dan berupaya dalam memajukan tujuannya. Rasul SAW mengetahui bahwa ummat Islam dapat bertahan sebagai sebuah bangsa dan ummat yang hidup dan kuat tanpa adanya kepemimpinan yang terpelihara dari dosa.

Oleh karena itulah, dapatlah dikatakan secara pasti, bahwa Rasul SAW dengan semua kepedulian dan perhatiannya terhadap keteraturan dan kedisiplinan umum dan kelanggengan dasar Islam, adalah mustahil , kalau beliau meninggal dunia dengan tidak menunjuk wakil atau pengganti untuk dirinya, dan lalu membiarkan masyarakat Islam yang masih muda tanpa pengasuh dan pemimpin, kalau beliau wafat.

Selain dari itu, sebelumnya telah terbuktikan bahwa Imam haruslah ditentukan dan ditunjuk oleh Allah dan Rasulnya , karena selain Allah dan Rasulnya tiada seorangpun yang mengetahui kemakshuman.

Rasul SAW bukan hanya tidak menunjuk khalifah setelah wafatnya nanti secara langsung, bahkan beliau jauh jauh telah mengenalkan dan menyebut nama nama para Imam setelah beliau nanti. Dalam banyak hadis yang diriwayatkan dari Rasul SAW , bahwa telah disebutkan oleh beliau jumlah para Imam adalah dua belas. Rasul SAW bersabda: ? Setelahku, akan ada dua belas khalifahdan kesemua mereka dari Qurays. Orang yang pertama dari mereka adalah Ali dan yang terakhir adalah Mahdi yang dijanjikan. Dan dalam sebagian riwayat disebutkan, bahwa nama semua 12 Imam itu disebutkannya satu per satu.[1]


BIOGRAFI SINGKAT PARA IMAM


1.Imam Ali

Rasulullah SAW semenjak awal bi'tsah sehingga wafat, telah mengenalkan Imam Ali ibn Abi Thalib as. sebagai pengganti dan Imam Muslimin. Pada tahun akhir dari usianya, beliau pergi ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Sekembalinya dari perjalanan tersebut, tatkala tiba di telaga Khum ( Ghadir- Khum) , telah turun sebuah ayat dari Allah yang berbunyi, hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari tuhanmu. dan jika kamu tidak kergakan (apauang dipertintahkan itu, berarti) kamu tidak menyam paikan amanat-Nya. allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesunggunya allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (QS. al-Maida: 67)

Rasulullah SAW berhenti di tempat itu dan memerintahkan agar semua muslimin berhenti. Lebih dari 70 ribu orang berkumpul di tempat itu dan Rasul mengintruksikan agar dibuat mimbar dan beliau naik ke atas mimbar dan mengangkat tangan Ali ibn abi Thalib as. dengan tangannya sendiri agar manusia yang berkumpul di situ dapat melihat Ali dan lalu rasul bersabda: ? Barang siapa yang menjadikanku sebagai Maula ( yang berkuasa terhadap dirinya) , maka Ali juga Maulanya , Allah penolong setiap orang yang mencintai Ali dan cintailah Ali dan musuhilah siapa saja yang memusuhinya.


Imam merupakan penjaga dan

pemelihara ilmu rasul. Imam

adalah individu yang paling

sempurna dan manusia teladan dari

sisi agama. Imam adalah pemimpin

manusia dan dia telah melewati jalan

kesempurnaan dan kebahagiaaan dan

memberi bimbingan dan petunjuk

kepada orang lain untuk menapak di

jalan yang lurus


Umar adalah orang yang pertama kalinya yang berbaiat dengan Ali dan berkata: ? Wahai Ali! Selamat, engkau menjadi Maula dan pemimpinku dan seluruh orang mukmin. Setelah Umar, muslimin lainnnya berbaiat dengan Ali. Dan dengan demikian, di dalam udara yang panas membakar di Hijaz, tugas dan risalah penting tersebut telak dilaksanakan oleh Rasul SAW dan Ali secara resmi telah ditunjuk sebagai khalifah dan Imam.

Peristiwa penting ini terjadi pada tanggal 18 bulan Dzil Hijjah tahun kesepuluh Hijriyah dan oleh yang demikian, kami orang-orang syiah menjadikan hari itu sebagai hari raya dan untuk memperingati hari bersejarah itu, kami setiap tahunnya mengadakan majlis suka cita atau pesta guna mensyukuri nikmat kepemimpinan Imam Ali as.

Imam Ali as lahir di Mekkah pada tanggal 13 Bulan Rajab 23 tahun sebelum hijrah. Nama Ayahnya Abu Thalib dan nama ibunya Fatimah. Semenjak kecil, beliau ditarbiyah oleh Rasul SAW dan orang yang pertama yang mengimani kenabian Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW menikahkan putrinya yang sangat dicintainya yakni fatimah dengan Ali dan Ali menjadi menantunya. Kesempurnaan dan perjuangan serta pengorbanan Imam Ali untuk Islam sedemikian banyaknya sehingga tidak mungkin untuk dijelaskan. Dalam keberanian dan kepahlawanan, tiada yang dapat menandingi.

Beliau senantiasa menyertai perang dan selalu berada di barisan terdepan dan tidak pernah takut terhadap siapapun. Dan untuk membantu Islam dan menyebarluaskan tauhid , beliau berjihad , dan dalam peristiwa peristiwa yang sulit dan beresiko, beliau selalu tidak segan berkorban dan dalam ibadah dan takwa , dialah yang nomor wahid, dan dalam ilmu dan pengetahuan tiada yang menyamainya dan beliaulah harta karun ilmu kenabian dan beliau? selagi bisa? selalu memerangi kedzaliman dan kesewenang wenangan dan membela orang-orang yang tertindas dan membantu orang-orang yang miskin dan terlantar.

Imam Ali as menyukai bertani dan banyak mengisi hari harinya dengan menanam pohon dan menyuburkan tanah tanah yang kering dan membuat kanal kanal air.

Tatkala Rasul saw. wafat, sekelompok munafikin memutuskan untuk menyingkirkan Ali as. dari kursi khilafah. Kesempurnaan dan keutamaan dzatiyahnya telah diabaikan dan dengan semua anjuran dan perintah-Nabi, mereka telah melanggarnya , dan Ali as. disingkirkan dari khilafah dan pengganti rasul SAW. Mereka mendepak Ali as. dengan alasan alasan seperti Ali as. masih terlalu muda dan tidak cocok untuk khilafah atau Ali as. telah banyak membunuh orang dalam perang sehingga banyak orang yang menaruh dendam kepadanya.

Di masa kekhilafahan abu Bakar dan Umar serta Ustman yang berlangsung 25 tahun Imam Ali as. hidup menyendiri dan tidak banyak bergaul dan beliau menyibukkan diri dengan mendidik dan mentarbiyah orang-orang yang layak. Setelah terbunuhnya Ustman, masyarakat membaiat Ali as.

Imam Ali as. berkuasa selama kira kira empat tahun sembilan bulan.

Imam Ali as. meninggal pada usia 63 tahun tepatnya di malam 19 Ramadhan tahun empat puluh Hijriyah di Masjid Kufah di tangan ibn Muljam yang memutuskan lehernya dan beliau syahid pada malam 21 bulan Ramadzan dan dimakamkan di Najaf.


Kisah tentang Ali

Petugas baitul-mal Ali berkata: "Ada kalung yang terbuat dari mutiara di almari baitul mal. Suatu hari, salah seorang putri Imam Ali datang menemuiku dan meminjam dengan uang jamianan kalung tersebut dan berkata, 'Aku akan memakainya selama tiga hari raya iydul fitri dan setelah itu, aku akan mengembalikannnya dan jika rusak atau hilang, aku akan mengganti kerugiannya.'

Ketika Amirul mukminin menyaksikan sebuah kalung di leher putrinyadan mengetahui , beliau berkata kepadaku, 'Mengapa engkau berkhianat terhadap harta umum rakyat?' Aku kemudian menjelaskan kejadiannya dan aku katakan: 'Putrimu memberi jaminan apabila rusak atau hilang, dan bahkan aku sendiri juga menjadi jaminan untuk itu.' Imam berkata' 'Saat ini juga, ambillah kalung itu dari putriku. apabila setelah ini, engkau melakukan hal yang serupa lagi, aku akan memberikan hukuman terhadapmu.' putrinya itu berkata. "Ayahku, apakah sebatas ini pun, aku tidak berhak untuk meminjam kalung selama tiga hari untuk aku gunakan pada hari raya iydul adzha?! Imam Ali as menjawab, 'Wahai putri Ali! Janganlah engkau melanggar kebenaran! Apakah semua wanita Muhajir memiliki kalung seperti ini yang mereka kenakan sebagai hiasan pada hari raya?'"


Kisah lainnya

Suatu hari Imam Ali menyaksikan seorang wanita yang membawa sekantung air di pundaknya menuju ke rumah. Beliau menawarkan kepada perempuan tersebut untuk membawakan kantung atau ghirbah air dan wanita tersebut menerima tawaran tersebut dan di pertengahan jalan, Imam Ali berbasa basi sedikit dengan wanita itu dan menanyakan keadaannya, wanita itu berkata, "Ali ibn Abi Thalib as. telah mengirim suamiku ke salah satu perbatasan negeri dan suami terbunuh. Aku memiliki beberapa anak yatim dari suamiku itu, dan mereka sungguh hidup prihatin tanpa makanan dan pakaiaan, aku terpaksa menjadi pembantu rumah tangga demi memberi makan anak anakku." mendengar itu, Imam Ali as. seperti disambar petir tersentuh hatinya, dan dengan segera Imam Ali as. membawa kantung air itu ke rumah janda tersebut dan lalu kembali ke rumah dan di malam harinya, Imam Ali tidur dalam keadaan galau dan gelisah campur kecewa.

Pagi harinya, beliau membawa satu karung penuh makanan di pundaknya, dan pergi menuju rumah janda tersebut seraya berkata, "Bukakan pintu, aku membawa makanan untuk anak-anakmu. Wanita itu berkata: "Semoga Allah meridhoimu dan menghukum Ali lantaran mendzalimiku. Imam Ali masuk ke dalam rumah dan berkata kepada ibu anak anak yatim itu, "Apakah engkau yang akan memasak gandum ini, sedangkan aku menjaga anak anakmu, ataupun aku saja yang memasak, dan engkau yang menjaga anak-anak." Perempuan janda itu berkata, "akulah yang akan memasak roti karena itu lebih mudah bagiku, dan engkau jagalah anak anak."

Imam Ali as. menemani anak anak yatim dan bersenda gurau dengan mereka dan juga membantu memasak daging. Dan ketika roti dan makanan itu telah siap, tangan beliau yang suci menyuapi roti dan kurma serta daging ke mulut anak anak yatim itu seraya berkata: "Makanlah wahai anak-anakku dan maafkanlah Ali as." Seorang wanita tetangga janda tersebut mengenal Ali as. dan ia berkata kepada janda tersebut: "Lelaki ini adalah Imam Ali amir al mukminin. Wanita janda itu segera datang menghampiri Ali as. dan meminta maaf. Imam Ali as berkata, "akulah yang harus malu kepadamu yang sampai kini, tidak mengetahui penderitaanmu."


  

2. Imam Hasan bin Ali

Dengan perintah Allah SWT, Imam Ali as menunjuk Imam Hasan putranya sebagai penggantinya. Imam Hasan as. lahir di Madinah pada tanggal lima belas bulan Ramadzan tahun ketiga Hijriyah. Ayahnya adalah Ali as. dan ibunya Fatimah as. putri Rasul SAW. Rasul SAW sangat mencintai Hasan dan Husein as. dan mengenai mereka, beliau bersabda: "Hasan dan Husein adalah penghulu pemuda surga."

Imam Hasan menjabat sebagai khalifah dan Imam sepeninggal ayahnya, namun beliau dihadapkan kepada penentangan keras Muawiyah yang berkuasa saat itu di Syam. Sampailah urusannya sampai kepada perang dan pasukan Muawiyah sudah berhadap hadapan untuk berperang , ketika Imam Hasan melihat kondisi pasukannya secara umum., dan juga pengkhianatan dari pimpinan mereka, akhirnya beliau menggagalkan perang dan terpaksa berdamai dengan Muawiyah.


Sebab sebab utama perdamaian Imam Hasan as adalah dua hal.

Pertama, meskipun jumlah pasukan Imam Hasan adalah banyak, namun mereka tidak tersusun dan berpecah belas dan di tengah mereka terdapat yang secara batiniahnya adalah munafik dan mendukung Muawiyah, bahkan mereka berjanji kepada Muawiyah untuk menangkap Imam Hasan dan menyerahkannya kepada Muawiyah. Imam Hasan melihat apabila ia memaksakan berperang dengan pasukan yang tidak loyak tersebut, ia pasti akan mengalami kekalahan, selain itu, lantaran perang-perang internal dan pertumpahan darah serta konflik yang berterusan, akan banyak pendukung Ali yang terbunuh nantinya, dan pasukan muslimin akan berkurang.

Kedua, Muawiyah telah menipu masyarakat dengan berpura-pura secara lahiriahnya menampakkan kesetiannya kepada islam dan ia berpura-pura membuat citra dirinya sebagai pembela agama dan orang-orang tertindas dan berkata, "Aku tidak memiliki tujuan selain dari menyebarluaskan Islam dan melaksanakan hukum hukum al-Quran. Namun Imam Hasan mengetahui bahwa Muawiyah telah berbohong dan tidak punya tujuan lain kecuali melanjutkan kekuasaannnya, namun apakah hal ini dapat dengan mudah dipahamkannya kepada masyarakat?

Oleh karena mempertimbangkan hal ini dan juga sisi sisi lainnnya, Imam Hasan as. memutuskan untuk memilih jalan damai sehingga kepribadian keji Muawiyah dan makar makarnya dapat diekspus kepada masyarakat dan beliau akan berusaha dalam keadaan damai itu?untuk mengenalkan Muawiyah dan kroni kroninya dalam pemerintahan sehingga tercipatalah landasan bagi sebuah revolusi yang mendasar.

Imam Hasan as hidup di dunia ini hanya 47 tahun, dan pada akhirnya dengan provokasi Muawiyah, beliau diracun oleh isterinya sendiri yang bernama Ju'dah. Dan pada tanggal 27 bulan Shafar, beliau wafat dan dimakamkan di pekuburan Baqi'.

 

Suatu kisah tentang Imam Hasan

Seorang lelaki dari Syam bertemu dengan Imam Hasan secara kebetulan, lantas ia mulai mencaci maki dan memburuk burukkan Imam Hasan as., namun cucu Rasul ini tidak menjawab dan hanya diam. Imam Hasan as. memahami kalau orang itu bukan orang Madinah, lantas Imam Hasan as. bersalam kepadanya dan tersenyum seraya berkata, "Aku rasa engkau adalah orang asing dan engkau telah salam paham. Apabila engkau meminta maaf, aku akan memaafkanmu, apabila engkau meminta sesuatu, aku akan beri, dan bila engkau meminta petunjuk, aku akan melakukannya untukmu. apabila engkau lapar, aku akan membuatmu kenyang, dan bila engkau tidak memiliki pakaian, aku akan memberimu pakaian, bila engkau miskin, aku akan membuatku berkecukupan, apabila engkau terusir, aku akan memberimu perlindungam, apabila engkau memiliki hajat atau keperluan, aku akan menunaikan hajatmu itu. Aku memiliki rumah yang luas dan harta yang banyak, apabila engkau datang ke rumahku, dan menjadi tamuku, itu adalah lebih baik."

Ketika lelaki Syam ini mendengar ucapan lembut Imam Hasan as, ia menangis dan berkata: ? Aku bersaksi bahwa engkau adalah khalifah Allah dan Imam. Allah lebih tahu dimanakah dia harus menempatkan khilafah dan risalahnya , wahai putra Rasul! Sebelum aku bertemu denganmu m engkau dan ayahmu adalah manusia yang paling benci , namun kini, aku melihatmu sebagai makhluk Allah yang terbaik, kemudian lelaki itu bertamu ke rumah Imam Hasan as dan selagi ia di Madinah, beliau menjadi tamu Imam Hasan as.


3. Imam Husain bin Ali

Imam Husein as lahir di Madinah pada tanggal 3 bulan Sya'ban tahun empat Hijriyah. Ayahnya adalah Ali dan ibunya Fatimah as putri Nabi. Imam Hasan atas perintah Allah SWT memilih saudaranya Imam Husein sebagai khalifah dan Imam. *

Di masa kekhilafahan Muawiyah, beliau hidup dalam kondisi yang sangat sulit, karena peraturan dan undang-undang agama, tidak dilaksanakan, dan keinginan keinginan Muawiyah telah menggantikan keinginan keinginan Allah dan rasul-Nya. Instansi pemerintahan Muawiyah melakukan segala sesuatu guna memusnahkan ahlil bait dan syiah (pengikut) Ali. Imam Husein bersabar dalam menghadapi keadaan yang pahit seperti itu sehingga Muawiyah meninggal dan putranya yazid menggantikannya.


Peristiwa Karbala

Yazid memerintahkan gubernur Madinah agar mengambil baiat dari Imam Husein untuknya dan bila membangkang, maka Imam Husein harus dibunuh. Gubernur Madinah menyampaikan perintah Yazid kepada Imam Husein as, dan Imam Husein meminta waktu semalam untuk mempertimbangkan persoalan tersebut, namun lantaran baiat dengan Yazid dan mensetujui khilafahnya dipandang oleh Imam Husein adalah tidak menguntungkan Islam dan jiwanya terancam, beliau terpaksa meninggalkan Madinah menuju Mekkah dan tinggal di Mekkah yang merupakan tempat yang relatif aman sebagai rumah Allah, dan pada tanggal 3 Sya'ban, beliau tiba di mekkah.

Konflik antara Yazid dan Imam Husein serta kepergian Imam Husein telah terdengar di berbagai kota. Masyarakat Irak yang tidak setuju dan puas dengan pemerintahan Muawiyah dan Yazid, terutama penduduk Kufah menulis banyak surat kepada Imam Husein dan mengundang beliau ke Irak. Di sisi lain, Imam Husein as berpikir bahwa Muawiyah dan Yazid telah menginjak-injak hukum dan undang-undang Islam. Kedua orang keji , ayah dan bapak ini sama sekali tidak segan segan melakukan kedzaliman dan kekejian demi mempertahankan kekuasaannya. Mereka berkuasa dengan mengatasnamakan Islam dan menyebut diri sebagai khalifah rasul SAW, dan karena itulah, Imam Husein khawatir , dasar islam menjadi hancur sebab ulah mereka. Kini, mereka mendesak Imam Husein agar memberikan baiat dan mendukung pemerintahan ilegal mereka, dan di sisi lain, Yazid telah mengutus sejulah orang khusus secara rahasia untuk membunuh Imam Husein as di Mekkah ataupun menangkapnya dalam keadaan hidup-hidup.

Dengan alasan inilah, Imam Husein memutuskan untuk meninggalkan Mekkah guna menjaga Islam dan berjuang memberantas kedzaliman bani Umayyah dan menjaga kehormatan dan kemuliaan rumah Allah, dan bangkit melawan pemerintahan Yazid yang semena-mena, lalu beliau bergerak menuju Kufah yang merupakan sentral orang-orang syiah dan mereka telah menjanjikan untuk memberi bantaun kepada Imam dan Imam Husein berpikiran mungkin dengan cara ini, beliau dapat mengambil haknya dan memerangi bani Umayyah.

Pasukan Yazid telah mengepung Imam Husein dan pasukannya di sebuah negeri bernama Karbala dan mereka tidak mengijinkan Imam Husein as dan para sahabatnya melanjutkan perjalanan ke Kufah. Kemudian datanglah intruksi dari Yazid , bahwa apabila Husein menyerah, maka ambillah baiat darinya dan kirim dia ke sisiku, agar aku ambil keputusan tentangnya , namun bila ia tidak mau menyerah, maka perangilah."

Imam Husein tidak menyerahkan dirinya kepada kehinaan dan tidak bersedia kompromi dengan pemerintahan tiranik Yazid dan beliau memilih berperang dengan pasukannnya yang sangat kecil dan sedikit jumlahnya dan bertahan di hadapan pasukan Yazid yang begitu banyak jumlahnya. Dan dengan penuh keberanian dan keperkasaaan, beliau dan para keluarga serta dan sahabatnya berperang dan membunuh sejumlah musuh.

Akhirnya, beliau sendiri dan saudara serta anak anak dan para sahabatnya menemui syahadah dan pada tanggal sepuluh 10 Muharram tahun 61 Hijriyah, beliau terbunuh dan dimakamkan di Karbala. Imam Husein as hiudp di dunia selama 58 tahun.

Kami ummat syiah, menjadikan hari asyura (10 Muharram) sebagai hari berkabung dan kesedihan. Pada tanggal tersebut (atau malah hari-hari sebelumnya), umat Syi'ah mendirikan majlis-majlis untuk mengingat pengorbanan dan jihad suci beliau agar jiwa berkorban dan perjuangan melawan kedzaliman senantiasa hidup di tengah kita. Tujuan Imam Husein as adalah membela agama dan berjuang melawan kedzaliman, dan kami tidak akan pernah melupakan tujuan suci ini. Imam Husein tidak bersedia menerima kehinaan dan mengajarkan kepada muslimin kemuliaan dan pengorbanan demi menjaga agama.

Imam Husein as terbunuh, akan tetapi ia tidak kalah. Sifat sifat mulia dan unggul kemanusiaan telah dibuatnya hiduo dan beliau secara praktik mengajarkan kepada masyarakat tentang kepahlawanan dan pengorbanan serta bagaimana seseorang harus beragama dan memerangi kedzaliman dan beliau telah mengungkap borok Bani Umayyah dan yazid yang berkuasa dengan mengatasnamakan khalifah Rasul dan membuat mereka malu di hadapan rakyat dan Imam Husein as telah membuat perbuatan-perbuatan keji mereka tampak di mata umum, Beliau telah menggoyang dasar pemerintahan bani Umayah dan menggagalkan makar makar keji mereka.

Untuk melanjutkan tujuan besar Imam Husein, tidaklah cukup dengan hanya mengadakan majlis-majlis duka dan menangis, melainkan tujuan beliau harus diketahui dan dipelajari dan bersungguh sungguh untuk merealisasikannya.


4. Imam Ali bin Husain

Imam keempat, Ali ibn Husein, lahir di dunia pada tanggal lima belas bulan 15 Jumadzil-ast-stani tahun 38 Hijriyah di Madinah. Ayahnya adalah Imam Husein dan ibunya Syahre-banu putri Yazdjerd, raja ajam (Persia). Imam Husein as menunjuk putranya sebagai khalifah dan Imam atas perintah Allah.

Imam Sajjad begitu bersungguh sungguh dalam sujud dan ibadah, sehingga diberi julukan as-sajjad (yang banyak bersujud) dan zain al-abidin (penghias ahli ibadah). Pada peristiwa Karbala, beliau hadir, namun lantaran sakit, beliau selamat dan tidak terbunuh, dan ketika beliau meninggalkan Karbala di Kufah dan Syam, beliau berpidato dan membuktikan tujuan suci dan kebenaran ayahnya dan menyampaikan peristiwa menyedihkan para syuhada di jalan agama ke telinga masyarakat.

Imam Sajjad lantaran tidak memiliki kebebasan untuk berbuat dan beliau tidak dapat menyebarluaskan ilmu dan makrifah Islami kepada masyarakat. Karena kondisi yang sulit, beliau tidak dapat mengajarkan hukum dan undang-undang agama dan beliau terpaksa mengucilkan diri. Beliau mengisi hari harinya dengan beribadah dan ketika menemukan peluang, beliau mengajar dan mentarbuyah orang-orang. Beliau mengambil cara lain untuk menyebarluaskan makrifah agama, yakni beliau mengajarkan makrifah dan ilmu agama dalam bentuk doa. Doa-doa yang sangat bernilai diwariskan oleh beliau kepada ummat dan salah satu dari warisan Imam ke empat adalah Shahifah Sajjadiyah.


Wafatnya Imam

Imam Sajjad meninggal pada usia 57 tahun dan beliau wafat pada tanggal 25 atau 28 bulan Muharram tahun 95 Hijriyah di Madinah dan dimakamkan di pemakaman Baqi'.


Akhlak Imam Sajjad

Imam Sajjad begitu suka untuk makan di sufrahnya bersama dengan anak-anak yatim, orang-orang buta dan terlantar dan sering kali, beliau menyuapi makanan mereka dengan tangan beliau sendiri dan banyak sekali keluarga miskin Madinah yang dijamin pakaian dan makanannya oleh Imam sajjad. Di malam malam hari, ketika mata mata terlelap tidur, beliau memanggul makanan di pundak dan menutupi mukanya agar tiada orang yang dapat mengenalinya dan beliau menaruh makanan di pintu rumah orang- orang miskin dan membagikan makanan kepada mereka. Seringkali, orang-orang miskin menantikan kedatangan Imam Sajjad di pintu rumah mereka. Ketika Imam Sajjad datang, mereka menyampaikan berita gembira itu kepada teman senasib, akan tetapi taiad seorangpun yang mengenalinya dan mereka tidak mengetahui dari siapakah makanan itu.

Tat kala Imam sajjad meninggal dunia, kaum miskin memahami bahwa lelaki yang tidak dikenal itu adalah Zainal abidin dan terdengarlah suara tangisan dan jeritan mereka.

Dunia islam akan dapat bangkit

sebagai sebuah bangsa yang hidup

dan tangguh, serta menemukan

kembali keagungan dan

kewibawaannya dan dapat

membebaskan divi dari tekanan-

tekanan penjajah asing, bila umat

islam menjauhi perselisihan dan

perpecahan dan memfokuskan atau

mensentralkan kekuatan mereka

kepada satu tujuan dan semuanya

melangkah di jalan keagungan islam

dan kemajuan serta kebangkitan

dunia islam


5. Imam Muhammad bin Ali

Imam Muhammad Baqir lahir di dunia pada tanggal tiga bulan Shafar tahun hijriyah di Madinah. Ayahnya adalah Ali ibn Husein dan ibunya Fatimah putri Imam Hasan al Mujtaba. Imam Sajjad menunjuk Imam Muhammad al baqir sebagai Imam dan Khalifah atas perintah Allah.

Ilmu dan pengetahuan Imam Muhammad Baqir begitu luasnya sehingga dijuluki Baqir al-'ulum. Para cendekiawan besar mengakui kedudukan ilmunya yang sangat tinggi dan merunduk di hadapan keluasan ilmunya dan mereka duduk bersila seperti anak anak sekolah dasar yang belajar di hadapan seorang guru dan menanyakan kesulitan dan persoalannya dan mereka mendapatkan jawaban jawaban yang cukup.

Telah tersedia kesempatan buat Imam Baqir suatu momentum yang tidak tersedia bagi satupun para Imam sebelumnya. Lantaran konflik internal para khalifah (yakni embiro masa transisi antara Bani Umayyah dan Bani Abbasiyyah), beliau menemukan suatu kebebasan yang lebih banyak dalam menyampaikan dan beliau sangat bersungguh sungguh dalam menyebarluaskan pengetahuan Islam dan hukum hukum serta undang undang syariat dan beliau mewariskan ribuan persoalan ilmiyah dan hadis kepada ummat.

Imam Baqir meninggal dalam usia 57 tahun dan beliau meninggal pada tanggal tujuh bulan dzil hijjah tahun 114 Hijriyah di Madinah dan dimakamkan di Baqi'.


Jihad Muhammad Baqir

Imam Baqir menyukai bertani dan beliau bersungguh-sungguh dan mengeluarkan keringat untuk mencari rezeki.
Muhammad ibn Munkadir menceritakan, di satu hari yang sangat panas, Imam Baqir, aku lihat sedang berada du sekitar Madinah, aku melihatnya keluar untuk mengurus pertaniannnya dan dengan tubuh yang basah dengan keringat, aku berkata dalam hati, "tidaklah pantas bagi seorang yang terhormat dan mulia seperti Muhammad Baqir yang dari keturunan Rasul di- saat yang panas seperti sekrang ini, bila keluar rumah dan mencari dunia, aku harus memberikan nasihat kepadanya. Aku menghampirinya dan bersalam kepadanya, beliau dengan terengah-engah menjawab salamku.

Aku bertanyam "wahai putra Rasul! Tidakkah aib untuk anda bila mencucurkan keringat di waktu yang begitu panas seperti ini demi mencari dunia!? Apabila kematian menjemput anda pada saat seperti ini, apa yang akan anda lakukan?"

Imam bersandar dan berkata, "Demi Allah, apabila aku mati di saat sekarang ini, aku mati dalam keadaan beribadah, karena aku bekerja agar aku tidak membutuhkan engkau dan orang lain, apabila aku dalam keadaan maksiat, aku harus takut terhadap kematian."

Wahai rasul Allah! Aku ingin memberimu nasihat, tetapi, ucapanmu telah memberiku nasihat dan pelajaran," timpalku.


6. Imam Ja'far bin Muhammad

Imam jakfar Shadiq lahir pada tanggal 17 bulan Rabiul awwal tahun 83 Hijriyah di Madinah. Ayahnya Muhammad Baqir dan ibunya Ummu Farwah ( putri Qasim ibn Muhammad ibn Abi Bakar. Imam Muhammad Baqir atas perintah Allah menunjuk Imam Jakfar Shadiq sebagai Imam setelahnya.

Di era Imam Jakfar Shadiq, persengketaan dan konflik antara Bani Umayyah dan Bani Abbas semakin memanas. Yang akibatnya, kekuatan dan kekuasaan pemerintahan saat itu menjadi lemah. Bani Abbas memberikan dukungan kepada ahli bait Nabi untuk menentang Bani Umayyah. Imam Jakfar Shadiq memanfaatkan peluang ini dan beliau begitu bersungguh-sungguh mengajarkan makrifah agama dan menyebarluaskan hukum dan undang-undang syariat dan beliau mencetak dan mengkader murid-murid dan cendekiawan yang menonjol dengan mengadakan majlis majlis pelajaran.dan beliau menyebarluaskan ajaran-ajaran agama dan persoalan halal dan haram di tengah masyarakat.

Dari madrasah Imam jakfar, dihasilkan empat ribu murid. Beliau mengarang banyaks ekali kitab kitab yang berharga dan harta karun hadis. Dengan demikian, madzhab syiah dinamai dengan madzhab jakfariah.

Imam Jakfar Shadiq meninggal dalam usia 65 tahun dan beliau meninggal pada tanggal 20 Rajab dan ada yang mengatakan 25 bulan Syawal tahun 148 hijriyah di Madinah dan dimakamkan di pemakaman Baqi'.


Kisah Imam Shadiq

Sufyan Tsauri bertutur tentangnya: "suatu hari, aku menemui Imam Shadiq , dan aku melihatnya warna wajahnya pucat, Aku menanyakan sebab perubahan wajahnya itu, beliau berkata, 'Aku telah memerintahkan pembantuku agar tidak pergi ke atas bumbung rumah , dan ketika aku masuk , aku melihat salah seorang pembantuku memanggul anakku dengan menaiki tangga, ketika ia melihatku, ia takut dan gemetar dan anakku jatuh ke tanah sehingga meninggal. Kini, aku begitu khawatir dengan perasaan ketakutan luar biasa yang dirasakan pembantuku itu, kemudian Imam Jakfar berkata kepada pembantunya itu, 'Aku bebaskan dirimu di jalan Allah, pergilah dan tidak usah engkau takut.'"

 

7. Imam Musa bin Ja'far

Imam ketujuh, (Musa ibn Jakfar) lahir pada tanggal 7 bulan Shafar tahun 127 Hijriyah di Abwa? antara Mekkah dan Madinah. Ayahnya adalah Jakfar Shadiq dan ibunya Hamidah. Jakfar Shadiq dengan perintah Allah?menunjuk putranya yang bernama Musa sebagai Imam dan khalifah.

Ibadah dan ketakwaan Imam Musa sedemikian tingginya sehingga ia dijuluki 'abdash-shalih (hamba yang shalih), beliau sangat penyabar dan beliau tidak pernah marah atau kesal dalam menghadapi ketidaknyamanan dan pendeitaan hidup, oleh karena itu beliau mendapat panggilan al-kazhim (orang yang menahan kemarahan).

Meskipun beliau hiup di zaman yang sulit dan tidaklah waktu tersebut mendukung beliau untuk menyebarluaskan hadis, namun banyak sekali murid yang belajar di sisinya dan meriwayatkan banyak hadis dari beliau.

Beliau hidup selama 55 tahun di dunia ini. Khalifah Harun ar rasyid pada tahun 179 Hijriyah memerintahkan agar Imam Musa dipindahkan dari Madinah ke Irak.

Bertahun tahun beliau berada di penjara Bashrah dan Baghdad, yang akhirnya beliau terbunuh akibat racuk kedzaliman dan beliau syahid pada tanggal 25 bulan Rajab tahun 183 Hijriyah di penjara Sindi ibn Syahak di Baghdad dan dimakamkan di Kadzimain, Irak.


Kasib Akhlaq Imam Musa

Seorang lelaki di Madinah selalu mengganggu Musa ibn Jakfar dan mengutuk Imam Ali ibn Abi Thalib. Beberapa sahabat beliau meminta ijin kepada Imam untuk membunuh lelaki biadab itu. Imam melarangnya dan bertanya, "Dimana lelaki itu? Mereka berkata, ia sedang bertani di pinggiran Madinah."

Imam bergerak menuju ladang lelaki biadab itu dan kemudian didi di sisi lelaki. dengan tersenyum dan wajah ceria, beliau mulai berbicara dan bertanya kepadanya, "Berapa engkau keluarkan biaya untuk tanaman ini?" Ia menjawab, "seratus dirham. Imam bertanya lagi, "berapa banyak keuntungan yang engkau harapan dari tanaman ini?" Ia menjawan "seratus dirham." Lantas Imam memberikan kantung uang yang berisikan 300 dinar kepada lelaki itu dan berkata, "Tanaman ini tetap milikmu." menyaksikan kebaikan Imam, padahal ia telah banyak mengganggu dan menyakiti Imam, bangun dari duduknya dan mencium Imam dan meminta maaf atas kebiadaannya sebelum ini, dan Imam memberinya maaf dan kembali ke Madinah.

Di hari lainnya, Imam melihat lelaki itu di masjid dan ketika matanya melihat Imam Musa ibn ja'far , ia berkata: "Allah lebih tahu kepada siapakah imamah dan risalahnya harus ditempatkan." hadirin di situ heran dan mereka bertanya tentang perubahan sikapnya oitu, lelaki itu memulai dengan doa dan menceritakan keutamaan Musa ibn Ja'far.

Kemudian, Musa ibn jakfar berkata kepada para sahabatnya, tindakanku ini yang lebih baik ataukah keputusan yang kalian ambil? Dengan sedikit uang aku telah menghapuskan keburukannnya dan aku menjadikannya dari pecinta Ahlulbait."


8. Imam Ali bin Musa

Imam Ali bin Musa ar-Ridha as lahir di Madinah pada tanggal 11 dzil qa?dah tahun 148 Hijriyah. Namanya, Ali, ayahnya Musa ibn Jakfar dan nama ibunya Najmah. Imam Musa ibn jakfar menunjuk anaknya Ali sebagai imam atas perintah Allah.

Ilmu dan pengetahuan Imam Ridho lebih luas dan unggul dari semua manusia di zaman itu. Para murid dan siswa mendatangi beliau untuk menimba ilmu dan banyak sekali hadis yang diwariskan oleh beliau tentang makrifah islami dan hukum serta undang undang syariat. Beliau berdiskusi dan berdialog dengan para pemuka berbagai agama. Beliau seringkali hadir di majlis pembahasan dan memberikan jawaban berbagai kesulitan dan pertanyaaan dan selalu memberikan jawaban terhadap setiap pertanyaan. Ilmu dan pengetahuannya yang banyak membuat hadirin terpesona dan keheranan dan beliau di tengah masyarakat, sangat terhormat dan dijuluki alimu ali Muhammad (alim di dalam keluarga Muhammad).

Khalifah Makmun Abbasi pada tahun 200 Hijriyah memanggil Imam Ridho dari Madinah ke Marwi. Ketika Imam Ridho memasuki Marwi, makmun mengusulkan agar Imam menerima kursi khilafah, namun beliau menolak. Dengan paksaan, Makmun meminta Imam Ridho setidaknya menjadi putra mahkota! Makmun memiliki dua tujuan di balik pemaksaannya terhadap Imam Ridho agar menjadi putra mahkota.

Yang pertama, Makmun ingin agar Imam Ridho bersedia menjadi putra mahkota dan dekat dengan instansi pemerintahan dan terlibat dalam urusan negara, dan dengan cara ini, Imam Ridho akan kehilangan kehormatan dan kemuliannya dan kecintaan orang orang syi'ah akan berkurang kepadanya.

Imam Ridho mengetahui tujuan busuk Makmun ini dan ia mengetahui bahwa seseorang akan sanggup membunuh saudara kandungnya demi mempertahankan kursi khilafah, maka adalah mustahil bila Makmun memiliki niat bersih untuk memberikan kursi khilafah dan putra mahkota kepada orang lain, dan oleh karena itulah, Imam Ridho tetap menolak tawaran sebagai putra mahkota, namun karena paksaan yang sangat luar biasa, akhirnya tiada jalan lain bagi beliau kecuali menerima tawaran itu, namun dengan syarat beliau tidak akan ikut campur dalam urusan urusan pemerintahan dan penunjukan serta pemecatan para penguasa.

Di kemudian hari, Makmun sadar bahwa Imam Ridho bukan hanya tidak kehilangan kewibawaan dan kemuliaannnya , bahkan kecintaan masyarakat kepada pribadi Imam hari demi hari semakin bertambah, dan oleh karena itulah, dia memutuskan untuk membunuh Imam.

Imam Ridho hidup di dunia selama 55 tahun dan kemudian beliau diracun oleh makmun dan di penghujung bulan Shafar, tahun 203 hijriyah, beliau meninggal di Thus dan di sanalah, yang kini dinamakan kota Masyhad , beliau dimakamkan.


Kisab Imam Ridha

Seseorang mengatakan, suatu hari aku bertemu dengan Imam Ridho yang mana beliau mengumpulkan semua budak dan pembantunya, baik yang berkulit putih, hitam di satu meja makan dan makan bersama mereka. Aku bertanya, 'wahai putra Rasul! Alangkah baik, kalau engkau memisahkan sufrah atau hidangan untuk budak budak ini,' beliau berkata, 'Diamlah kamu, tuhan kita satu ,agama kita satu , dan ibu serta ayah kita satu, dan pahala atau balasan tergantung amal perbuatan masing-masing."


9. Imam Muhammad bin Ali

Imam kesembilan lahir di dunia pada tanggal sepuluh Rajab atau 19 Ramadzan tahun 195 hijriyah du Madinah. Namanya Muhammad taqi , ayahnya Imam Ridho dan ibunya bernama Subaikah. Imam Ridho atas dasar perintah Tuhan, beliau menunjuk putranya Muhammad sebagai Imam.

Imam Muhammad Taqi menjadi Imam sepeninggal ayahnya. Meskipun saat itu, beliau masih kanak-akank dan belum baligh, namun ilmu dan pengetahuan pemberian Allah kepadanya begitu luasnya sehingga beliau dapat menjawab semua persoalan agama masyarakat. Beliau dapat menjawab dengan baik semua pertanyaan tentang agama yang diajukan kepada beliau sebagai ujian. Sedemikian rupa sehingga ilmu dan keutamaan beliau begitu tampak jelas bagi lapisan masyarakat pada umumnya dan banyak masyarakat yang keheranan dengan kemampuan dan kemahirannnya dalam menguasai ilmu agama. Ketakwaaan dan ketakutannya kepada Allah sedemikian rupa sehingga mendapat laqab at-Taqi. Dan lantaran kedermawanannya, beliau dikenal dengan nama al-Jawad (yang dermawan).

Imam Jawad hanya hidup di dunia fana ini selama 25 tahun. Khalifah Muktashim pada tahun 220 Hijriyah memanggil beliau dari madinah ke Baghdad dan pada penghujung bulan dzil qa?dah tahun yang sama, beliau wafat di Baghdad dan dimakamkan di sisi makam ayahnya Musa ibn Jakfar.


10. Imam Ali bin Muhammad

Imam Ali Naqi lahir di pinggiran Madinah pada tanggal 15 Dzulhijjah atau 2 Rajab 212 Hijriyah di Shurayya pinggiran Madinag. Aayahandanya adalah Imam Muhammad taqi dan nama ibunya Sammanah. Imam Muhammad Taqi atad perintah Allah SWT menunjuk putranya yaitu Imam Ali Naqi sebagai Imam muslimin.
Ketika usianya telah menginjak delapan tahun, ayahanda yang sangat dicintainya meninggal dunia. Dan di dalam usianya yang sangat kanak kanak itu, beliau telah memperoleh maqom Imam, dan walaupun masih kecil, beliau telah dikarunia ilmu ilahi yang melimpah. Dari segi ilmu dan pengetahuan, sungguh tiada tertandingi, dan juga dari segi akhlak dan keluhuran budi pekerti dan ketakwaaan adalah menjadi contoh masyarakat di zamannnya yang membuatnya dicintai oleh semua orang.

Khalifah Mutawwakil Abbasi khawatir kalau nantinya, masyarakat akan cenderung semua kepadanya dan akan memberikan dukungan kepadanya sehingga membahayakan bagi kelanggengan pemerintahannnnya. Dan dengan alasan itulah, pada tahun 243 Hijriyah, Mutawwakil mendatangkan beliau dari Madinah ke Samira Irak dan selalu diawasi.

Imam Ali naqi hidup di dunia selama 42 tahun. Dan beliau senantiasa mendapat tekanan para khulafa Abbasi dan akhirnya pada tanggal 27 Jumadzil al astani atau tanggal tiga bulan rajab, tahun 254 Hijriyah, beliau menghembuskan nafas yang terakhir di samira dan dimakamkan di kota itu.


11. Imam Hasan bin Ali

Imam Hasan Askari yakni imam yang kesebelas lahir di dunia pada tanggal delapan atau 4 bulan Rabiul ast-stani tahun 232 Hijriyah di Madinah. Ayahandanya adalah Imam Ali Naqi dan nama ibunya Hudaist, Imam Ali Naqi atas perintah Allah menunjuk putranya Imam Hasan Askari sebagai Imam selanjutnya.
Imam Hasan Askari seperti halnya ayahandanya berada di bawah pengawasan di kota Samira Irak dan untuk sekian lama beliau melewati hari hari di penjara. Masyarakat tidak dapat menjumpai beliau secara bebas dan menimba ilmu dari lautan ilmu tersebut. Namun meskipun demikian, tidak sedikit hadis yang diriwayatkan dari beliau. Akhlak beliau yang terpuji dan keutamaan serta pengetahuannya yang amat luas tidaklah tersembunyi bagi setiap orang. Imam Hasan Askari hidup di dunia selama 28 tahun dan pada tanggal delapan bulan Rabi? al awwal, tahun 260 Hijriyah, beliau wafat di kota Samira dan dimakamkan di kota itu.


12. Imam Muhammad bin Hasan al-Mahdi

Imam kedua belas kaum syiah adalah Muhammad ibn hasan. Beliau lahir pada pertengahan bulan Sya?ban tahun 255 Hijriyah di Samira Irak. Laqab atau julukannya adalah Mahdi, Qaim, dan Shahib az-zaman dan Imam Asher dan hujjah. Ayahandanya adalah Imam hasan Askari dan nama ibunya Narjis.
Imam Hasan Askari atas dasar perintah Tuhan dan saran ayahandanya yang mulia telah menunjuk putranya Muhammad sebagai Imam dan penggantinya.

Dalam banyak hadis yang sampai kepada kami dari Rasul SAW telah disebutkan bahwa Rasul bersabda, "Anak generasi ke sembilan dari keturunan Imam Husein , namanya sama dengan namaku , daialah Mahdi yang dijanjikan. Masing-masing Imam di zamannya telah memberitahukan bahwa anak mereka generasi yang ke sekian akan menjadi mahdi yang dijanjikan." Rasul SAW dan para Imam suci memberitahukan bahwa putra Imam Hasan Askari adalah Mahdi yang dijanjikan dan beliau begitu lama ghaib dari pandangan manusia dan ketika Allah berkehendak dan dilihat oleh-Nya sebagai mashlahat, maka ia akan muncul dan memenuhi bumi dengan keadilan. Ia akan berkuasa di sepuluruh penjuru dunia , dan memasalkan tauhid dan penyembahan Tuhan yang esa dan menjadikan agama islam sebagai agama bagi seluruh alam dan agama resmi masyarakat dunia.

Menurut prediksi Rasul SAW dan riwayat riwayat dan hadis hadis para Imam suci, Allah SWT akan memberikan seorang putra kepada Imam Hasan Askari dengan nama Muhammad. Sekelompok orang kepercayaan Imam Hasan Askari sempat melihat Imam mahdi dan memberikan kesaksian akan wujud Imam Mahdi.

Imam Mahdi tat kala wafat ayahandanya, ia berusia lima tahun dan setelah ayahandanya wafat, beliau yang menjadi Imam. Khulafa Bani Abbas karena mendengar tanda tanda dan kesan kesan Imam Mahdi dan mendapat tahu dari hadis hadis Rasul SAW bahwa putra Imam Hasan Askari adalah mahdi yang dijanjikan oleh Allah, yang akan memerangi kedzaliman dan kesewenang wenangan dan akan menggulingkan pemerintahan yang dzalim , merteka memutuskan secara serius untuk membunuh anak itu sesegera mungkin dan dengan cara ini, mereka hendak menghilangkan ancaman serius bagi kelanggengan kekuasaan dinasti Abbasiah.

Oleh sebab itulah dan juga sebab sebab lainnnya, Imam Mahdi terpaksa ghaib dari pandangan manusia dan hidup secara rahasia dan sembunyi, namun hubungan masyarakat dengannnya tidak terputus secara total, melainkan melalui orang-orang tertentu yang merupakan naib (wakil) dan orang kepercayaan Imam Mahdi, mereka dapat mengadakan kontak dengan Imam Mahdi dan menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi.


Wakil wakil Imam Mahdi yang terkenal berjumlah empat, yakni sebagia berikut.

1. Ustman ibn Sa?id

2. Muhammad bin ustman

3. Husein bin Ruh

4. Ali bin Muhammad Samari.

Keempat orang ini menjadi naib atau wakil secara berurutan satu persatu, dan setelah ghaib shugra berakhitr, dan hubungan resmi dengan Imam Mahdi terputus, tibalah era kegaiban besar.

Kini, Imam Mahdi hidup dalam keadaan ghaib dan berada di tengah masyarakat dan bahkan hadir di majlis majlis , namun beliau tidak mengenalkan dirinya kepada masyarakat. Keadaan ini terus berlanjut sampailah kondisi dunia secara umum sudah kondusif dan landasan untuk pembentukan pemerintahan Islam yang bersifat sedunia terwujud, dan kebanyakan masyarakat dunia sudah dari hati mendambakan pemerintahan tauhid dan mereka telah putus asa untuk menyelesaikan problematika mereka kecuali dengan satu jalan yakni mengikuti undang undang ilahi dan semuanya sudah putus asa dan mereka sudah tidak tahan lagi menyaksikan kedzaliman dan kesewenang wenangan , di saat itulah Imam Mahdi as muncul dan dengan kekuatan yang begitu kuat yang dimiliknya akan menggulingkan pemerintahan pemerintahan dzalim dan memenuhi dunia kemanusiaan dengan keadilan dengan cara melaksanakan hukum hukujm ilahi.

Di masa kegaibannya, kita berkewajiban untuk menantikan kemunculan Imam Mahdi as dan mengeluarkan program program dan konsep konsep kemasyarakatan al-Quran serta menyampaikannya kepada telinga masyarakat dunia. Kelebihan undang undang ilahi hendaknya kita buktikan kepada masyarakat. Opini umum dunia kita ajak agar memperhatikan program program dan hukum hukum ilahi. Dan dalam penantian itu, kita harus memerangi akidah yang sesat dan batil dan khurafat dan kita siapkan landasan landasan serta pendahuluan pendahuluan bagi terbentuknya pemerintahan islam yang mendunia dan kita ambil dari al-Quran dan hadis cara cara serta strategi bagaimana menyelesaikan kesulitan dunia dan kita manfaatkan untuk kemashlahatan ummat manusia. Kita terangi pemikiran masyarakat dunia dan kita siapkan diri untuk kemunculan Imam Mahdi dan pembentukan pemerintahan yang adil. [2]


Akidah kami tentang para Imam

1. Para Imam terpelihara dari dosa dan kesalahan serta lupa.

2. Mereka mengetahui semua undang undang dan hukum ilahi, dan ilmu pengetahuan dan informasi yang diperlukan untuk membimbing masyarakat telah diberikan kepada mereka.

3. Mereka tidak pernah mengeluarkan keputusan atau hukum dari dirinya sendiri dan mereka bukanlah yang menetapkan syariat.

4. Mereka melaksanakan semua perintah agama dan mereka meyakini semua akidah yang benar dan terhiasi dengan akhlak akhlak yang terpuji dan merekalah manusia yang terbaik dan contoh sempurna agama.

5. mereka adalah manusia dan hamba Allah, seperti halnya orang-orang lainnnya adalah

6. Sebelas diantara mereka sudah meninggal, dan Imam kedua belas yakni putra langsung Imam Hasan Askari sampai kini masih hidup dan dalan penantian untuk dzuhur (muncul).


Syi'ah

Orang yang meyakini bahwa Ali ibn Abi Thalib adalah Khalifah dan pengganti langsung Rasul SAW, dinamakan syiah. Kaum syiah Imamiyah meyakini Ali dan sebelas orang keturunannya yang suci sebagai Imam dan pemimpin dan mereka mengikuti perilaku dan ucapan para Imam tersbeut. Syiah yang sejati adalah orang yang mengikuti Ali dan para Imam suci dan mencontohi perbuatan dan ucapan mereka.

Imam Muhammad Baqir berkata kepada Jabir, "Wahai Jabir! Apakah untuk menjadi syiah bagi seseorang adalah cukup dengan mengatakan., bahwa aku adalah pecinta ahli bait? Demi Allah, tidaklah tergolong dari syiah kami, kecuali orang yang bertakwa dan memathui Allah. Wahai Jabir! Sebelum ini, syiah kami dikenal dengan ketawadhuannnya, amanah, senantiasa dzikir , berpuasa dan shalat berbuat baik kepada kedua orang tuam peduli dan membantu tetangga dan orang orang terlantar dan orang ?orang yang dililit hutang dan anak anak yatim, jujur dan membaca al-Quran, Mereka tidak akan mengetakan sesuatu tentang orang kecuali kebaikannnya., mereka adalah kepercayaan masyarakat."

Jabir berkata, "Yabna rasul! Di masa ini aku tidak menjumpai orang yang memiliki sifat seperti ini."

Imam berkata, "wahai Jabir! Jangan sampai berbagai macam akidah membuatmu bingung dan jatuh ke jurang kesalahan. Apakah untuk memperoleh takwa dan kebahagiaan, manusia cukuo dengan mengatakan: 'Aku mencintai Ali', namun dia tidak melaksanakan perintah Allah? Apabila orang mengatakan, aku pecinta Rasul SAW akan tetapi dia tidak mengikuti perintah perintah Rasul SAW, maka kecintaannya kepada Rasul itu tidak akan menyebabkan ketakwaannya kepada Allah, padahal Rasul lebih mulia dari Ali.

"Wahai orang-orang syiah! Takutlah kepada Allah dan lakukanlah perintah-perintah-Nya. Allah SWT tidak memiliki hubungan kekluargaan dengan siapapun. Manusia yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang lebih bertakwa dan lebih banyak malannnya.

"Wahai Jabir! Demi Allah! Tidak ada wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah kecuali ketaatan dan mematuhi perintah. Bukan di dalam kekuasaan kami untuk membebaskan kalian dari api neraka, setiap orang yang patuh kepada Allah , maka dia adalah sahabat kami, dan siapa saja yang membangkang dari perintah Allah, maka dua musuh kami. wilayah dan kecintaan kami tidak akan diperoleh kecuali dengan amal shalih dan ketakwaan."

Imam Jakfar Shadiq mengatakan, bertakwalah kalian, dan bersungguh sungguhlah dalam memperbaiki jiwa dan amal shalih kalian, dan bersikaplah jujur dan amanah dan berbudi luhr. Berbuatlah baik terhadap tetanggamu. Dan ajaklah masyarakat kepada madzhan yang benar m,elalui amalan amalan dan perilakumu.

Jadilah kalian penyebab kemuliaan dan ketinggian kami, dan janganlah kalian menyebabkan kami malu lantaran perbuatan perbuatan buruk kalian.

Perpanjanglah ruku? dan sujud , karena tat kala hamba Allah melakukan rujuk dan sujud yang lama, syetan akan kecewa dan marah, dan berteriak, 'celaka!

Celaka! Mereka taat, namun aku membangkang, mereka bersujud, sementara aku berpaling dari sujud.'"

Imam Jakfar Shadiq berkata, "Hawariyyun dan para sahabat Isa adalah syi'ah Isa as. Namun para sahabat Isa tidak lebih baik dari syi'ah kami, karena, mereka menjanjikan pertolongan, namun mereka tidak melakukan apa yang dijanjikannnya itu, dan mereka tidak berjihad di jalan Allah. Namun syi'ah kami dari sejak rasul wafat, sampai kini, selalu memberikan bantuan dan pertolongan kepada kami dan berkorban untuk kami. Tidak sedikit dari mereka yang dibakar karena mencintai kami dan disiksa dan diganggu, dan bahkan diasingkan dari negeri mereka, namun mereka tetap menolong dan membantu kami."


Akidah Kita tentang kaum Muslimin Lainnya

Walaupun kami dengan saudara kami ahlu sunnnah berbeda pendapat tentang masalah kekhilfahan dan pengganti rasul SAW, namun kami menganggap semua muslimin sebagai saydara dan seagama , tuhan kami satu dan kitab kami satu dan kiblat kami sama.

Kemuliaan dan kemajuan mereka adalah kemuliaan dan kemajuan kami juga. Kemenangan mereka kita anggap sebagai kemenangan kami juga. Sebaliknya, kekalahan dan kehinaan mereka kita anggap sebagai kehinaan dan kekahalahan kami juga. Kami ikut bersedih dalam kesedihan meereka dan juga bahagian dalam kebahagiaan mereka.

Dalam hal ini, kami mengambil ilham dari pemimpin besar kami, Ali ibn Abi Thalib , sekiranya beliau ingin membela haknya yang masyru' dan mengambil kekhilafahannya, maka ia dapat melakukan itu, akan tetapi, beliau lebih mendahulukan kemashlahatan tinggi islam dan kekekalan inti agama, dan bukan hanya beliau tidak memerangi khulafa , melainkan dalam momen momen yang penting dan peka serta diperlukan, beliau memberikan bantuan kepada khulafa dan sama sekali tidak melambatkan diri dalam melakukan tindakan yang menguntungkan muslimin secara umum.

Kami meyakini bahwa dunia Islam akan dapat muncul sebagai sebuah bangsa yang hidup dan tangguh, serta menemukan kembali keagungan dan kewibawaannnya dan dapat membebaskan diri dari tekanan-tekanan penjajah asing , bila ummat Islam menjauhi perselisihan dan keberpecahan dan memfokuskan atau mensentralkan kekuatan mereka kepada satu tujuan dan semuanya melangkah di jalan keagungan islam dan kemajuan serta kebangkitan dunia Islam.[]


Catatan Kaki:
[1] Umpamanya hadis berikut, rasulullah shallallahu 'alayhi wa alibi wasalam bersabda, "Pengemban wasiatku adala ali bin abi thalib, dan setela ali kedua cucuku, yaitu hasan dan husain, lalu akan keluar dari tulang sulbi husain sembilan orang iman."
Kemudian rasul malanjutkan seraya bersabda, "jika husain telah tiada, maka penggantinya adala ali (zainal abidin). apabila telah tiada, maka anaknya muhammad (al-Baqir). Apabila muhammad telah tiada, maka putranya jafar (ash-Shadiq). Apabila jafar telah tiadah, maka putranya musa (al-Kazhim). Apabila musa telah tiada, maka putranya ali (ar-Ridha). Apabila ali telah tiada, maka putranya muhammad (al-Jawad). Apabila muhammad telah tiada, maka putranya ali (al-Hadi). Apabila ali telah tiada, maka putranya hasan (al-Askari). Apabila hasan telah tiada, maka putranya muhammad (al-Mahdi). Dengan demikian, jumlah keseluruhan lengkap dua belas orang." (syekh al-Qanduzi al-Hanafi, Yanabi al-Mawada, bab 76 dari kitab faraidh as-simthain).

[2] untuk uraian lebih mendetil tentang imam mahdi dari ayatullah amini lihat juga imam mahdi: penerus kepemimpinan ilahi, penerbit al-huda, 2002.
Termasuk juga rujuk buku Imam Mahdi sebsgai Simbol Perdamaian Dunia (2 jild) dari penerbit yang sama peny.